Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal
Home » sejarah » DAPATKAH SEJARAH MENGAJARKAN SESUATU
DAPATKAH SEJARAH MENGAJARKAN SESUATU
Pernyataan yang nenjadi klasik mengenai kegunaan sejarah telah dikemukakan
oleh Hirodotus, yaitu " Historia Vitae Magistra".Sojarah merupakan guru kehidupan,
katanya. Artinya bahwa sejarah memiliki kemampuan untuk digunakan untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu yang dikehendaki umat manusia, karena pada hakekatnya
sejarah umat manusia memang berisi pengalaman manusia yang penuh dengan pelajaran
tentang hidup.
1.Fungsi Sejarah
Mengenai fungsi sejarah bagi kehidupan umat unnusia nampaknya tergantung
dari pemahaman tentang sejarah itu sendiri, yang amat bervariasi sepanjang sejarah.
a. Sejarah berfungsi genesis, oleh karenanya bersifat deskriptif dan informatif.
Dalam hal ini sejarah berisi rangkaian fakta yang dianggap menarik untuk
dikisahkan dari generasi ke generasi. Sejarah hanya berisi hal-hal tentang what, who,
when, where serta how. Sejarah dengan demikian lebih merupakan hasil sastra atau buah
karya seni manusia, yang amat patut dikisahkan atau didongengkan (histcay as art ) .
b. Sejarah berfungsi didaktis, oleh karenanya penyajian bahan sejarah dipilih fakta
mengenai pengalaman masa lalu yang membanggakan, menyedihkan dan
sebagainya yang dikomunikasikan kepada generasi baru untuk tujuan
mengobarkan semangat. Berbagai nilai luhur (ideal) bangsa ingin ditanamkan
lewat sejarah, agar terjadi proses sosialisasi dalam generasi baru, untuk
menunbuhkan semangat kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan
sebagainya.
c. Sejarah sebagai kajian ilmu. Aliran Sejarah Baru (New Historisism) amat
menekankan pada perlunya penyajian fakta sejarah secara lebih objektif, apa
adanya, dan lugas. Sejarah oleh karenanya harus tidak usah dikaitkan dengan
usaha mendidik (didaktik) untuk membangkitkan semangat kepahlawanan dan
sebagainya pada generasi baru. Untuk itu sejarah harus disusun atas dasar fakta
yang sesungguhnya terjadi, sehingga diperlukan proses studi sejarah kritis .
Proses yang dilakukan dengan demikian adalah mengumpulkan data,
nenyeleksi, menganalisis, menafsirkan dan menyajikannya dalam buku sejarah
(history as writen) .
Proses yang demikian ini memang menunjang untuk terjadinya sejarah sebagai
ilmu (history as science), yang bersifat obyektif. Namun tidaklah mudah untuik
menyajikan sesuatu tulisan sejarah yang bebas dari subyektivitas penulis, karena
berbagai alasan ,seperti kepribadian, ras, agama kelompok etnis, kelompok kepentingan
kebudayaan dan sebagainya.
Konsekuensi dari kehendak untuk men yajikan sejarah yang lebih utuh, maka
diambillah cara pendekatan yang interdisiplin. Sejak itu bidang studi sejarah telah masuk
ke dalam kawasan bidang studi ilmu pengetahuan sosial atau IPS (Ilmu Pengetahuan
Sosial) ketika diajarkan di sekolah-sekolah.
2.Dapatkah Sejarah Mengajarkan Sesuatu
Pertanyaan dapatkah sejarah mengajarkan sesuatu, merupakan pertanyaan yang
dapat dijawab sebagai berlkut.
a. Sejarah pada hakekatnya merupakan sebuah ingatan mengenai
pangalaman umat manusia. Dan karena umat manusia itu pada dasarnya
satu, maka terhapusnya sesuatu bagian dari pengalaman itu sebagai
kesatuan, maka hilanglah pula ukuran umat manusia sebagai umat.
Dengan sejarah kita dapat mengetahui siapa sebenarya kita ini, dan
dengan cara bagaimana umat manusia berkembang serta mempertahankan
keberadaannya.
b. Oleh karenanya peninggalan masa lampau ataupun kejadian masa lampau
selalu menantang umat manusia untuk mengetahuinya, untuk lebih
mengetahuanya, untuk mengetahui kehidupan umat manusia, dengan
jalan menguak tabir kehidupan masa lampau itu. Jelaslah bahwa sejarah
merupakan bidang penjelajahan intelektual manusia maupun kisah
petualangan umat manuasia yang menjadi obyek kerinduan untuk
menelaahnya.
c. Sejarah merupakan gambar insprirasi bagi masa kini dan yang akan datang
dalam upaya untuk mengembangkan diri dan agar manusia menjadi makin
bijaksana.
( Tulisan Guru Besar Sejarah : Prof. Abu Su'ud )
Posting Komentar