Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Daendels 2016 Berganti Nama Menjadi Jokowi


            Masa pemerintahan Joko Widodo kini (2016) memasuki masa pertengahan. Kritik tajam, saran dan masukan yang merupakan cerminan sikap mengawal pemerintahan terasa melempem, tak deras dan menguap begitu saja. Publik sibuk mengurusi isu LBGT, Tere Liye, moral, keagamaan, dan isu lainnya. Isu vital dan strategis seolah susah naik kepermukaan seperti Indonesia yang terjajah, Kemiskinan, Kepengangguran, Ketimpangan, Ketergantungan, Kebodohan, Kesehatan,dan Konflik. Ketika isu vital tersebut tidak ada maka kesempatan menagih janji pemerintah pun terasa seperti berteriak teriak bak guruh disaat matahari terik. Isu yang disibukan masa-masa sekarang pun tidak memberikan dampak yang besar pada rakyat jika dibahas. Isu yang bergulir saat ini dilingkungan masyarakat membuat pemerintahan Joko Widodo duduk nyaman dan dapat menjalankan program pemerintahan tanpa mengurusi nada-nada kritik, cacian, makian oleh rakyat atau bahkan yang berkedudukan sebagai oposisi. Apalagi yang berperan sebagai oposisi kini terlihat semu dan susah menggantungkan harapan pada oposisi dalam pengawalan kinerja pemerintah.
            Memahami Joko Widodo saat ini seperti mengenal Daendels era modern. Joko Widodo sebagai komprador (perantara) antara pihak asing dan pihak Indonesia sama hampir mirip Daendeles menjadi perantara antara pemerintahan Belanda dengan rakyat nusantara (1808-1811). Perbedaan terletak pada Joko Widodo memiliki tuan-tuan banyak negara sementara Daendels memiliki tuan negaranya sendiri yakni Belanda. Hal ini terlihat pada sistem pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia yang sedang digenjot pemerintah. Pembangunan jalan, kereta api, tol laut, dan sistem transportasi bahkan pengairan terus dibangun dengan modal asing. Kerja sama ekonomi selalu menuntut untuk untung antara pemilik modal maupun yang mengelola modal. Kerja sama ekonomi tersebut menggambarkan posisi Jokowi seperti mandor pembuat infrastruktur Indonesia dan asing yang akhirnya memiliki keuntungan. Jika Daendels lebih dikenal karena membangun jalan Anyer-Panarukan (lebih tepatnya pembangunan dari Buitenzorg-Cisarua) untuk mempermudah distribusi hasil bumi rakyat Nusantara yang berdampak memudahkan Belanda mengambil keuntungan dari geliat ekonomi yang meningkat di Jawa. Sama seperti jokowi membangun infrastruktur Indonesia untuk mempermudah akses dan meningkatkan denyut ekonomi namun kesiapan kemampuan rakyat membuat keuntungan bisa jadi lebih banyak dinikmati oleh pemberi hutang.
            Analogi sederhana, jika pemerintah dapat membangun jalan raya maka pengguna mobil dan sepeda motor semakin nyaman. Disisi lain bangsa Indonesia belum dapat menciptakan mobil dan motor. Sehingga dapat disimpulkan siapa yang akan menikmati keuntungan lebih. Jika pemerintah mempermudah akses internet hingga kepelosok desa. Disisi lain bangsa Indonesia belum mampu memiliki daya cipta dibidang Teknologi komunikasi dan hanya baru taraf menjadi konsumen. Maka dapat disimpulkan pihak yang menikmati keuntungan. Jika ada keuntungan dipihak rakyat pun bukan keuntungan dari pangkal kegiatan ekonomi namun hanya cabang dari kegiatan ekonomi. Keuntungan antar konsumen dan konsumen yang sama-sama menggunakan perkakas dari asing untuk kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi dan distribusi). Kegiatan ekonomi bangsa ibarat ranting yang rapuh, hanya sekedar pihak konsumen dan asing adalah batang dari kegiatan ekonomi yang menopang ranting yang rapuh. Lalu diperparah humus dari pohon tersebut milik Indonesia namun ketika pohon menghasilkan buah bahkan daun yang dapat menjadi humus kembali diambil oleh asing tanpa kembali ketanah tempat pohon itu tumbuh.
            Pembangunan jalan oleh Daendels dilaporkan terlaksana dengan kerja rodi dan menelan korban jiwa. Hampir sama seperti Jokowi melakukan pembangunan walau tanpa kerja rodi namun berpotensi menelan korban jiwa. Tidak bisa dilihat secara kasat mata dan masa kini namun bisa terjadi dimasa yang akan datang bahwa pembangunan masa kini berpotensi menelan korban jiwa. Tidak bisa menjamin bahwa sistem hutang-piutang akan berjalan normal dan kondisi Indonesia stabil bahkan lebih maju. Jika kondisi tidak indah seperti yang dibayangkan dan management hutang-piutang tidak berjalan baik. Maka beban hutang anak cucu semakin banyak dan dapat jumlah hutang dapat membuat nilai suatu bangsa tidak bagus dalam pergaulan ekonomi dunia. Pemerintahan Joko Widodo pun hanya pihak pengutang dan tukang proyek infrastruktur saja karena bisa dipastikan pemerintah yang akan datang menjadi pemerintahan yang pusing membayar hutang dan menikmati infrastruktur atau bahkan infrastruktur yang dibangun tinggal puing-puing sebelum hutang terlunasi. Dikektorat Jendral Pengelolaan, pembiayaan dan resiko kementerian keuangan menyatakan bahwa pembayaran hutang Indonesia rata-rata jatuh tempo rata rata hampir 10 tahun. Jika pun Jokowi terpilih dua kali periode maka masa jatuh tempo bukan urusan / noda hitam bagi pemerintahan Jokowi. Apalagi tidak ada jaminan pemerintahan setelah ini dapat melunasi hutang-hutang dan memiliki sistem management hutang yang baik. Berjudi dengan apa yang akan terjadi dimasa depan dengan menjanjikan geliat ekonomi meningkat dan management hutang yang baik seperti mengumbar sikap optimis berlebihan. Perjudian yang mempengaruhi kehidupan vital orang banyak terlihat sangat beresiko dan nekat. Proses perjudian tersebut masih berlangsung saat ini dan hanya bisa menanti apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
            Tahun 1920 Tan Malaka dalam tulisan berjudul Semangat Muda menguraikan analisis tentang kondisi ekonomi Indonesia mengatakan “Adapun   sifat   kapitalisme   di   jajahan,   seperti   Indonesia   dan Asia  lain, adalah  berlainan  sekali  dengan  kapitalisme  di Belanda dan Eropa lain. Disana lahir dan majunya kapitalisme itu terbawa oleh   keperluan   negeri   sendiri,   sedangkan   di   sini   lahir   dan majunya   kemodalan   itu   terbawa   oleh   keperluan   bangsa   asing. Sebab itu di Eropa majunya kapitalisme itu dengan jalan menurut alam  atau   Organisch,   sedangkan   di   Indonesia   kunstamatig   atau bikinan. Berpadan dengan hal itu, Kapitalisme di Eropa ada sehat dan   sempurna,   sedangkan   yang   di   Indonesia   verkracht   atau terperkosa, seolah-olah sepokok kayu yang kenakelindungan.”. Suara dari Tan Malaka yang sudah ada dialam kubur  tersebut  masih sangat relevan untuk didengarkan oleh Joko Widodo. Karena tidaklah mungkin sebuah kerja sama tidak memiliki transaksi kepentingan walaupun transaksi tersebut bernilai setara dan itu berarti Joko Widodo sedang mempraktikan kapitalisme era 1920an di tahun 2016.
Sistem pembangunan yang dapat terlihat jelas oleh mata dan penghitungan ekonomi yang dilihat dengan indeks pertumbuhan menggunakan angka membuat kinerja Jokowi dapat dilihat dengan mudah. Kesuksesan pemerintah dapat dilihat dengan mudah dimasa yang akan datang. Namun berbicara ekonomi bukan hanya berbicara soal perubahan angka dan apa yang berdiri kokoh secara fisik namun berbicara tentang kesejahteraan dan kesetaraan.
Kesenjangan antara miskin dan kaya di Indonesia cukup jauh dan kesejahteraan menggunakan banyak aspek seperti kesehatan, ketersediaan pangan dan keamanan yang menjadikan indikator bangsa ini sejahtera. Sistem kapitalisme yang membawa kepentingan asing tidak akan membawa cita-cita mementingkan rakyat miskin mengejar ketertinggalan dibidang ekonomi namun hanya sebatas mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Peran negara sebagai pelindung seluruh tumpah darah rakyat Indonesia dapat digugat dengan mudah jika memahami tidak ada jaminan  rakyat kecil dilindungi dengan strategi pembangunan ala Jokowi.
Kartu Indonesia sehat, mempermudah kredit UKM, dan program untuk kemiskinan lainnya dapat meminalisir dari sistem kapitalisme yang dibuat sendiri oleh kebijakan Jokowi. Namun jika sistem kapitalisme tersebut dapat dihindari dan dikontrol oleh penguasa negeri ini, mengapa hal tersebut harus dilakukan? Tidak adakah jalan lain yang minim resiko dimasa depan.
Pembangunan ekonomi yang sederhana dan mengena pada akar dengan menyatukan tenaga dan potensi rakyat yang ada tanpa muluk muluk mencapai target secara ekonomi akan terjadi jika Jokowi bukanlah daendeles 2016. Nyatanya kini Indonesia tidak dapat berdaulat modal dan memilih strategi hutang. Lantang suara Ir Soekarno pada tahun 1957 ketika ia melakukan aksi atas politik kedaulatan modal tidak terdengar Joko Widodo. Tahun 1960 Soekarno berkata “ Kamu tau, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? Soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka, jika Indonesia ini tidak hanya berhadapan dengan kolonialisme tapi berhadapan dengan modal asing yang memperbudak bangsa Indonesia, saya INGIN MODAL ASING INI DIHENTIKEN, DIHANCURLEBURKEN DENGAN KEKUATAN RAKYAT,KEKUATAN BANGSA SENDIRI, BANGSAKU HARUS BISA MAJU,HARUS BERDAULAT DISEGALA BIDANG….apalagi minyak kita punya, coba kau susun sebuah regulasi agar bangsa ini merdeka dalam pengelolaan minyal” Terlebih pembangunan modal mengutamakan infrastruktur fisik dan faktor kemajuan lainnya tidak begitu gemilang. Pendidikan berjalan ditempat dan tidak ada perubahan perubahan yang mengakar untuk menyiapkan anak bangsa ini memajukan bangsanya. Anak bangsa Indonesia hanya menjadi para bayi merah pemilik hutang asing. Kini dapat dilihat rakyat terus dininabobokan oleh aksi pembangunan yang gemilang kemudian terlena menikmati pembangunan yang ada dengan kelancaran, kemudahan dan kemajuan. Apakah ada kesadaran bahwa kenikmatan yang dirasakan adalah hasil hutang yang belum tentu dapat dibayar?
Bahu membahulah membayar hutang bangsaku dimasa kini dan masa depan. kita hidup menjadi alat pembayar hutang. Tiap hari dan tiap detik kita robot pembayar hutang. Sebuah negara berhutang memang wajar namun tidak mendengarkan petuah para pahlawan dalam menancapkan dasar ekonomi terlihat menjadi bangsa buta permanen terhadap sejarah. Masa lalu sampai dimasa kini tak menjadi pertimbangan. Tapi ya sudah terimalah strategi pemimpin kita dengan plus minusnya. Rakyat kecil cukup diam! Tanpa negara bisa hidup ! dengan negara yang terus korupsi saja tetap hidup! Terus membayar hutang pun bisa hidup! Yang ada jika rakyat kecil tidak maka bangsa ini tidak pernah ada! Negara opo toh ?
BANGUN INFRASTRUKTUR FISIK DAN DIKENANG SEPERTI KEHEBATAN DAENDELS! BANGUN AYO BANGUN! PENDIDIKAN SEBAGAI TUNAS KEBAHAGIAAN LUPAKAN.. LUPAKAN!
MENTAL TERJAJAH! MENTAL BUDAK! CUKUP LAWAN DENGAN JARGO… INDONESIA HEBAT!
Catatan kecil saja agar ingat hutang dan Jokowi. Hahahhahahahhaha

Sapiens : A brief history of humankind Part 1b



Pohon Pengetahuan
 DI SEBELUMNYA kami mengibaratkan bahwa meskipun Sapiens sudah dihuni Afrika Timur 150.000 tahun yang lalu, mereka mulai menyerbu sisa planet Bumi dan mendorong spesies manusia lainnya punah hanya sekitar 70.000 tahun yang lalu. Dalam ribuan tahun intervensi, meskipun ini kuno Sapiens tampak seperti kita dan otak mereka adalah sebagai besar seperti kita, mereka tidak menikmati keuntungan apapun yang ditandai lebih spesies manusia lainnya, tidak memproduksi alat-alat khusus yang canggih, dan tidak mencapai apapun prestasi khusus lainnya.
 Bahkan, dalam rekaman pertemuan pertama antara Sapiens dan Neanderthal, Neanderthal menang. Sekitar 100.000 tahun yang lalu, beberapa kelompok Sapiens bermigrasi ke utara ke Levant, yang wilayah Neanderthal, namun gagal untuk mengamankan kedudukannya yang kuat. Mungkin karena untuk pribumi jahat, iklim buruk, atau pengganggu lokal asing. Apapun alasannya, Sapiens akhirnya mundur, meninggalkan Neanderthal sebagai master dari Timur Tengah.
 Ini catatan buruk prestasi telah menyebabkan para ahli berspekulasi bahwa struktur internal otak Sapiens ini mungkin berbeda dari kita. Mereka tampak seperti kita, namun kemampuan kognitif mereka - belajar, mengingat, berkomunikasi - jauh lebih terbatas. Mengajar merupakan Sapiens kuno seperti Inggris, membujuknya dari kebenaran dogma Kristen, atau mendapatkan sapiens untuk memahami teori evolusi mungkin akan menjadi usaha sia-sia. Sebaliknya, kita akan memiliki waktu yang sangat sulit belajar bahasa dan memahami cara berpikirnya.
 Tapi kemudian, dimulai sekitar 70.000 tahun yang lalu, Homo sapiens mulai melakukan hal-hal yang sangat istimewa. Sekitar tahun tersebut kumpulan Sapiens meninggalkan Afrika untuk kedua kalinya. Kali ini mereka melaju Neanderthal dan semua spesies manusia lainnya tidak hanya dari Timur Tengah, tapi dari muka bumi. Dalam waktu yang sangat singkat, Sapiens mencapai Eropa dan Asia Timur. Sekitar 45.000 tahun yang lalu, mereka entah bagaimana melintasi laut terbuka dan mendarat di Australia - benua yang sampai sekarang tidak tersentuh oleh manusia. Periode dari sekitar 70.000 tahun yang lalu sampai sekitar 30.000 tahun yang lalu menyaksikan penemuan kapal, lampu minyak, busur dan panah dan jarum (penting untuk menjahit pakaian hangat). Objek pertama yang dapat diandalkan disebut tahun seni dari era ini (lihat singa-man Stadel di halaman ini), seperti halnya bukti yang jelas pertama untuk agama, perdagangan dan stratifikasi sosial.
 Sebagian besar peneliti percaya bahwa prestasi belum pernah terjadi sebelumnya adalah produk dari sebuah revolusi dalam kemampuan kognitif Sapiens '. Mereka mempertahankan bahwa orang yang mengendarai Neanderthal punah, menetap Australia, dan diukir singa-man Stadel yang cerdas, kreatif dan sensitif seperti kita. Jika kita menemukan para seniman dari gua Stadel , kita bisa belajar bahasa mereka dan mereka . Kami akan bisa menjelaskan kepada mereka segala sesuatu yang kita tahu - dari petualangan Alice di Wonderland dengan paradoks fisika kuantum - dan mereka bisa mengajarkan kita bagaimana orang-orang mereka melihat dunia.
 Munculnya cara berpikir yang baru dan berkomunikasi, antara 70.000 dan 30.000 tahun yang lalu, merupakan Revolusi kognitif. Apa penyebabnya? Kami tidak yakin. Teori yang paling umum diyakini berpendapat bahwa mutasi genetik disengaja mengubah kabel bagian dalam otak Sapiens, memungkinkan mereka untuk berpikir dengan cara belum pernah terjadi sebelumnya dan untuk berkomunikasi menggunakan jenis yang sama sekali baru bahasanya. Kita mungkin menyebutnya Pohon mutasi pengetahuan. Mengapa hal itu terjadi pada Sapiens DNA daripada dalam Neanderthal? Itu adalah masalah kesempatan murni, sejauh yang kami tahu. Tapi lebih penting untuk memahami konsekuensi dari Pohon Pengetahuan mutasi dari penyebabnya. Apa yang begitu istimewa tentang bahasa Sapiens baru yang memungkinkan kita untuk menaklukkan dunia? *
 Itu bukan bahasa pertama. Setiap hewan memiliki beberapa jenis bahasa. Bahkan serangga, seperti lebah dan semut, tahu bagaimana berkomunikasi dengan cara yang canggih, menginformasikan satu sama lain dari keberadaan makanan. Baik itu bahasa vokal pertama. Banyak hewan, termasuk semua spesies kera dan monyet, memiliki bahasa vokal. Misalnya, monyet hijau menggunakan panggilan dari berbagai jenis untuk berkomunikasi. Ahli zoologi telah mengidentifikasi satu panggilan yang berarti, 'Hati-hati! Elang! "Panggilan sedikit berbeda memperingatkan, 'Hati-hati! Singa! "Ketika peneliti memainkan rekaman panggilan pertama kepada sekelompok monyet, monyet berhenti apa yang mereka lakukan dan melihat ke atas dalam ketakutan. Ketika kelompok yang sama mendengar rekaman panggilan kedua, peringatan singa, mereka dengan cepat bergegas naik pohon. Sapiens dapat menghasilkan lebih banyak suara yang berbeda dari monyet hijau, tapi paus dan gajah memiliki kemampuan sama mengesankan. Sebuah burung beo bisa mengatakan apa-apa Albert Einstein bisa mengatakan, serta meniru suara telepon berdering, membanting pintu dan sirene meraung-raung. Apapun keuntungan Einstein memiliki lebih burung beo, itu tidak vokal. Apa, kemudian, yang begitu istimewa tentang bahasa kita?
 Jawaban yang paling umum adalah bahwa bahasa kita luar biasa lentur. Kami dapat menghubungkan sejumlah suara dan tanda-tanda untuk menghasilkan jumlah tak terbatas kalimat, masing-masing dengan makna yang berbeda. Kami dengan demikian bisa menelan, toko dan berkomunikasi jumlah yang luar biasa informasi tentang dunia sekitarnya. Monyet hijau dapat berteriak untuk rekan-nya, 'Hati-hati! Singa! "Tetapi manusia modern dapat memberitahu teman-temannya bahwa pagi ini, di dekat tikungan di sungai, ia melihat seekor singa pelacakan kawanan bison. Dia kemudian dapat menggambarkan lokasi yang tepat, termasuk jalan yang berbeda menuju ke daerah. Dengan ini informasi, para anggota kelompok-nya dapat menempatkan kepala mereka bersama-sama dan mendiskusikan apakah mereka harus mendekati sungai untuk mengusir singa dan berburu bison.
  Teori kedua setuju bahwa bahasa yang unik berkembang sebagai sarana berbagi informasi tentang dunia. Tapi informasi yang paling penting yang perlu disampaikan adalah tentang manusia, bukan tentang singa dan bison. Bahasa kita berevolusi sebagai cara bergosip. Menurut teori Homo sapiens ini terutama hewan sosial. Kerjasama sosial adalah kunci kami untuk bertahan hidup dan reproduksi. Hal ini tidak cukup untuk pria dan wanita individu untuk mengetahui keberadaan singa dan bison. Ini jauh lebih penting bagi mereka untuk mengetahui siapa di kelompok mereka membenci siapa, yang tidur dengan siapa, yang jujur, dan yang seorang penipu.



4. Sebuah patung gading dari 'singa-man' (atau 'singa betina-wanita) dari Stadel Gua di Jerman (c.32,000 tahun yang lalu).
Tubuh manusia, tapi kepala adalah singa. Ini adalah salah satu contoh yang tak terbantahkan. pertama seni, dan mungkin agama, dan kemampuan pikiran manusia untuk membayangkan hal-hal yang tidak benar-benar ada. Jumlah informasi bahwa seseorang harus mendapatkan dan toko untuk melacak hubungan yang selalu berubah dari beberapa lusin individu mengejutkan. (Dalam sebuah kelompok dari lima puluh orang, ada 1.225 satu-satu hubungan, dan kombinasi sosial yang tak terhitung jumlahnya yang lebih kompleks.) Semua kera menunjukkan minat dalam informasi sosial seperti, tetapi mereka mengalami kesulitan bergosip efektif. Neanderthal dan Homo sapiens kuno mungkin juga memiliki waktu yang sulit berbicara di belakang punggung masing-masing - yang jauh kemampuan difitnah yang sebenarnya penting untuk kerjasama dalam jumlah besar. Keterampilan bahasa baru yang Sapiens modern yang diperoleh sekitar tujuh puluh ribu tahun yang lalu memungkinkan mereka untuk bergosip selama berjam-jam. Informasi yang dapat dipercaya tentang yang bisa dipercaya berarti bahwa kelompok kecil bisa memperluas ke kelompok yang lebih besar, dan Sapiens bisa mengembangkan lebih ketat dan lebih canggih jenis kerjasamanya.
 Teori gosip mungkin terdengar seperti lelucon, tapi banyak penelitian mendukungnya. Bahkan saat ini sebagian besar komunikasi manusia - baik dalam bentuk email, panggilan telepon atau kolom koran - adalah gosip. Muncul begitu alami kepada kita bahwa tampaknya seolah-olah bahasa kita berevolusi untuk tujuan ini. Apakah Anda berpikir bahwa sejarah profesor chatting tentang alasan untuk Perang Dunia Pertama ketika mereka bertemu untuk makan siang, atau yang fisikawan nuklir menghabiskan rehat kopi mereka di konferensi ilmiah berbicara tentang quark? Kadang-kadang. Tapi lebih sering, mereka bergosip tentang profesor yang tertangkap suami yang berselingkuh nya, atau pertengkaran antara kepala departemen dan dekan, atau rumor yang rekan menggunakan dana penelitian untuk membeli Lexus. Gosip biasanya berfokus pada kesalahan. Rumor-mongers adalah real keempat asli, wartawan yang menginformasikan masyarakat tentang dan dengan demikian melindunginya dari menipu dan pergunjungan.
Kemungkinan besar, baik teori gosip dan terori ada-singa-dekat-sungai yang berlaku. Namun keistimewaan yang benar-benar unik dari bahasa kita tidak kemampuannya untuk mengirimkan informasi tentang pria dan singa. Sebaliknya, itu adalah kemampuan untuk mengirimkan informasi tentang hal-hal yang tidak ada sama sekali. Sejauh yang kami tahu, hanya Sapiens dapat berbicara tentang seluruh jenis entitas yang mereka belum pernah melihat, menyentuh atau berbau.
 Legenda, mitos, dewa dan agama muncul untuk pertama kalinya dengan Revolusi kognitif. Banyak hewan dan spesies manusia yang sebelumnya bisa mengatakan, 'Hati-hati! Singa! "Berkat Revolusi kognitif, Homo sapiens diperoleh kemampuan untuk mengatakan, 'Singa adalah semangat malaikat dari suku kami." Kemampuan untuk berbicara tentang fiksi adalah keistimewaan yang paling unik dari bahasa Sapiens.
 Ini relatif mudah untuk setuju bahwa hanya Homo sapiens dapat berbicara tentang hal-hal yang tidak benar-benar ada, dan percaya enam hal yang mustahil sebelum sarapan. Anda tidak pernah bisa meyakinkan monyet untuk memberikan pisang dengan menjanjikan dia pisang terbatas setelah kematian di monyet surga. Tapi mengapa itu penting? Setelah semua, fiksi bisa sangat menyesatkan atau mengganggu. Orang-orang yang pergi ke hutan mencari peri dan unicorn tampaknya memiliki sedikit kesempatan untuk bertahan hidup dari orang-orang yang pergi mencari jamur dan rusa. Dan jika Anda menghabiskan berjam-jam berdoa untuk arwah malaikat tidak-ada, tidak membuang-buang waktu Anda yang berharga, waktu yang lebih baik dihabiskan mencari makan, berjuang dan berzina?
 Tapi fiksi telah memungkinkan kita tidak hanya membayangkan hal-hal, tetapi untuk melakukannya secara kolektif. Kita bisa menenun mitos umum seperti cerita Alkitab penciptaan, waktu bermimpi mitos Aborigin Australia, dan mitos nasionalis negara modern. Mitos tersebut memberikan Sapiens kemampuan belum pernah terjadi sebelumnya untuk bekerja sama secara fleksibel dalam jumlah besar. Semut dan lebah juga dapat bekerja sama dalam jumlah besar, tetapi mereka melakukannya dengan cara yang sangat kaku dan hanya dengan kerabat dekat. Serigala dan simpanse bekerja sama jauh lebih fleksibel daripada semut, tetapi mereka dapat melakukannya hanya dengan sejumlah kecil orang lain yang mereka kenal dengan baik. Sapiens dapat bekerja sama dalam cara yang sangat fleksibel dengan tak terhitung jumlahnya. orang asing. Itu sebabnya Sapiens menguasai dunia, sedangkan semut makan makanan sisa dan simpanse kami terkunci di kebun binatang dan laboratorium penelitian.

SAPIENS : A BRIEF HISTORY OF HUMANKIND BY YUVAL NOAH HARARI PART 1a

SAPIENS : A BRIEF HISTORY OF HUMANKIND
BY YUVAL NOAH HARARI
BAGIAN PERTAMA
REVOLUSI KOGNITIF

1. cap tangan manusia membuat sekitar 30.000 tahun yang lalu, di dinding Chauvet-Pont-d'Arc Cave di selatan Perancis. Seseorang mencoba untuk mengatakan, "Aku di sini!"

Tidak ada signifikansi Hewan
 Tentang 13,5 miliar tahun yang lalu, Materi, Energi, waktu dan ruang muncul menjadi ada pada apa yang dikenal sebagai Big Bang. Kisah fitur mendasar tesis alam semesta kita disebut fisika.
 Sekitar 300.000 tahun setelah penampilan mereka, materi dan energi mulai menyatu menjadi struktur yang kompleks, yang disebut atom, yang kemudian digabungkan menjadi molekul. Kisah atom, molekul dan Interaksi mereka disebut kimia.
 Sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu, di planet yang disebut Bumi, molekul tertentu dikombinasikan untuk membentuk struktur sangat besar dan rumit disebut organisme. Kisah organisme disebut biologi.
 Sekitar 70.000 tahun yang lalu, organisme milik spesies Homo sapiens mulai membentuk bahkan lebih rumit struktur yang disebut budaya. Perkembangan selanjutnya dari budaya manusia tesis disebut sejarah.
 Tiga revolusi penting berbentuk jalannya sejarah: Revolusi Kognitif sejarah dimulai sekitar 70.000 tahun yang lalu. Revolusi Pertanian melaju itu sekitar 12.000 tahun yang lalu. The Scientific Revolution, yang mulai berlangsung hanya 500 tahun yang lalu, juga mungkin berakhir sejarah dan Mulai Sesuatu yang sama sekali berbeda. Buku ini bercerita tentang manusia bagaimana ini Tiga revolusi telah mempengaruhi dan sesama organisme mereka Ada manusia jauh sebelum ada apa sejarah. Hewan seperti manusia modern pertama Muncul sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Tapi untuk banyak generasi Mereka tidak berdiri keluar dari organisme lain segudang dengan Yang Mereka berbagi habitat mereka.
 Pada kenaikan di Afrika Timur 2 juta tahun yang lalu, Anda mungkin telah mengalami  akrab peranan karakter manusia: ibu cemas memeluk bayi dan cengkeraman anak riang bermain di lumpur mereka; Pemuda temperamental gesekan terhadap perintah dari masyarakat dan lelah tua yang hanya ingin dibiarkan dalam damai; machos dada berdebar mencoba untuk mengesankan keindahan lokal dan matriarchs tua yang bijak yang sudah melihat semuanya tesis manusia kuno mencintai, Dimainkan, dibentuk persahabatan dekat dan berkompetisi untuk status dan kekuasaan -. tapi begitu juga simpanse, babun dan gajah. Tidak ada yang istimewa tentang mereka. Tak seorang pun, apalagi manusia Sendiri, memiliki firasat itu keturunan mereka akan satu hari berjalan di bulan, membagi atom, memahami kode genetik dan menulis buku-buku sejarah. Hal yang paling penting untuk mengetahui tentang manusia prasejarah adalah bahwa mereka adalah binatang signifikan dengan tidak lebih berdampak pada lingkungan mereka dari gorila, kunang-kunang atau ubur-ubur..
 Ahli biologi mengklasifikasikan organisme menjadi spesies. Hewan Dikatakan berasal dari spesies yang sama cenderung Jika Mereka kawin dengan eachother, melahirkan keturunan yang subur. Kuda dan keledai memiliki nenek moyang yang sama baru-baru ini dan berbagi banyak ciri-ciri fisik. Tapi Mereka menunjukkan minat seksual kecil di satu sama lain. Mereka akan kawin jika diinduksi untuk melakukannya - tapi keturunan mereka, yang disebut keledai, steril. Mutasi pada keledai DNA bisa karena itu pernah menyeberang ke kuda, atau sebaliknya. Kedua jenis hewan yang akibatnya Dianggap dua spesies yang berbeda, bergerak sepanjang jalur evolusi yang terpisah. Sebaliknya, bulldog dan spaniel mungkin terlihat sangat berbeda, tapi mereka adalah anggota yang sama spesies, berbagi kolam DNA yang sama. Mereka akan dengan senang hati kawin dan anak anjing mereka akan tumbuh berpasangan dengan anjing lain dan menghasilkan lebih banyak anak-anak anjing.
 Spesies berevolusi dari nenek moyang yang sama tidak sedang berkumpul bersama-sama di bawah judul 'genus' (genera jamak). Singa, harimau, macan tutul dan jaguar adalah spesies yang berbeda dalam genus Panthera. Ahli biologi label organisme dengan dua bagian nama Latin, genus Diikuti oleh spesies. Singa, Misalnya, disebut Panthera leo, spesies dari genus Panthera leo. Agaknya, semua orang membaca buku ini adalah Homo sapiens - sapiens spesies (bijaksana) dari genus Homo (manusia).
 Genera pada gilirannya mereka dikelompokkan ke dalam keluarga ,: seperti kucing (singa, cheetah, kucing rumah), anjing (serigala, rubah, serigala) dan gajah (gajah, mammoth, mastodon). Semua anggota keluarga melacak garis keturunan mereka kembali ke ibu pemimpin pendiri atau patriark. Semua kucing, Misalnya, dari yang terkecil sampai yang paling ganas rumah kucing singa, berbagi nenek moyang yang sama yang hidup sekitar kucing 25 juta tahun yang lalu.
 Homo sapiens, juga milik keluarga. Bahkan dangkal ini digunakan untuk menjadi salah satu rahasia sejarah dijaga paling dekat. Homo sapiens panjang lebih suka melihat dirinya sebagai terpisah dari hewan, anak yatim kehilangan keluarga, saudara atau sepupu kurang, dan yang paling penting, tanpa orang tua. Tapi itu hanya tidak terjadi. Suka atau tidak, kita adalah anggota dari keluarga besar dan sangat bising disebut kera besar. Kerabat terdekat kami meliputi simpanse, gorila dan orangutan. Simpanse adalah terdekat. Hanya 6 juta tahun yang lalu, kera betina tunggal memiliki dua anak perempuan. Satu Menjadi nenek moyang semua simpanse, yang lain adalah nenek kita sendiri.
Tengkorak di Closet
 Homo sapiens telah dirahasiakan mengganggu tersembunyi bahkan lebih. Tidak hanya kita miliki dalam kelimpahan sepupu beradab, sekali waktu kita harus agak saudara dan saudari juga. Kami digunakan untuk berpikir tentang diri sebagai satu-satunya manusia, Karena untuk 10.000 tahun terakhir, spesies kita memang satu-satunya spesies manusia di sekitar. Namun makna sebenarnya dari manusia adalah kata 'binatang milik genus Homo', dan dulu ada banyak spesies lain dari genus ini selain Homo sapiens. Lebih lebih, seperti yang akan kita lihat dalam bab terakhir dari buku ini, dalam waktu yang tidak begitu jauh kita mungkin lagi harus bersaing dengan manusia non-sapiens. Untuk menjelaskan hal ini, saya ingin Sering menggunakan istilah 'Sapiens' untuk menunjukkan anggota spesies Homo Sapiens, sedangkan pemesanan istilah 'manusia' untuk merujuk kepada semua anggota yang masih ada dari genus Homo.
 Manusia pertama kali berevolusi di Afrika Timur sekitar 2,5 juta tahun yang lalu dari pada genus Sebelumnya kera yang disebut Australopithecus, yang berarti 'Southern Ape'. Sekitar 2 juta tahun yang lalu, beberapa ini pria dan wanita kuno yang tersisa untuk perjalanan Homeland mereka melalui dan menetap wilayah luas di Afrika Utara, Eropa dan Asia. Sejak bertahan hidup di hutan bersalju Eropa Utara diperlukan sifat yang berbeda dari Mereka dibutuhkan untuk tetap hidup di hutan mengepul di Indonesia, populasi manusia berkembang dalam arah yang berbeda. Hasil yang beberapa spesies yang berbeda, untuk masing-masing yang Para ilmuwan telah diberi nama Latin sombong



2. saudara kami, Menurut rekonstruksi spekulatif (kiri ke kanan): Homo rudolfensis (Afrika Timur); Homo erectus (Asia Timur); dan Homo neanderthalensis (Eropa dan Asia Barat). Semua adalah manusia.
 Manusia di Eropa dan Asia Barat berkembang menjadi Homo neanderthalensis ('Man dari Lembah Neander), populer dimaksud hanya sebagai' Neanderthal '. Neanderthal, bulkier dan lebih berotot dibandingkan kita Sapiens, yang juga Disesuaikan dengan iklim dingin Ice Age Eurasia Barat. Daerah yang lebih timur Asia yang dihuni oleh Homo erectus, 'Man Tegak', yang selamat di sana untuk dekat dengan 2 juta tahun, sehingga spesies manusia paling tahan lama yang pernah. Catatan ini tidak mungkin rusak bahkan oleh spesies kita sendiri. Sangat diragukan apakah Homo sapiens akan masih ada sekitar seribu tahun dari sekarang, jadi 2 juta tahun ini benar-benar keluar dari  perserikatan manusia.
 Di Islandia Jawa, di Indonesia, tinggal Homo soloensis, 'Man dari Solo Lembah', Siapa yang cocok untuk kehidupan di daerah tropis. Pada Islandia Indonesia lainnya - The Small Islandia Flores - manusia kuno menjalani proses pengerdilan.
Manusia pertama mencapai Flores Ketika permukaan laut itu sangat rendah, dan Islandia apa yang Mudah diakses dari daratan. Ketika laut naik lagi, beberapa orang terjebak di Islandia, yang miskin sumber daya. Orang-orang besar, yang membutuhkan banyak makanan, meninggal pertama. Fellow kecil selamat jauh lebih baik. Selama beberapa generasi, orang-orang dari Flores Menjadi kurcaci. Ini spesies unik, yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai Homo floresiensis, mencapai ketinggian maksimal hanya satu meter dan beratnya tidak lebih dari dua puluh lima kilogram. Namun demikian mereka mampu menghasilkan alat-alat batu, dan bahkan berhasil sesekali untuk memburu beberapa gajah yang Islandia - meskipun, untuk menjadi adil, gajah adalah spesies kerdil juga.
 Pada tahun 2010, saudara hilang lagi apa yang diselamatkan dari dilupakan, Ketika para ilmuwan menggali Gua Denisova di Siberia menemukan tulang jari fosil. Analisis genetik Terbukti Itu jari Milik spesies manusia sebelumnya tidak diketahui, Homo Denisova yang bernama. Siapa yang tahu berapa banyak kerabat yang hilang dari kita sedang menunggu untuk ditemukan di gua-gua lainnya, di pulau-pulau lain, dan dalam iklim lainnya.
 Sementara manusia yang berkembang tesis di Eropa dan Asia, evolusi di Afrika Timur tidak berhenti. Tempat lahir manusia terus memupuk Banyak spesies baru, Homo rudolfensis: seperti, 'Man dari Danau Rudolf', Homo ergaster, 'Man Kerja, dan spesies kita sendiri Akhirnya, yang kita tidak sopan bernama Homo sapiens,' Man Wise ' .
diri kita sendiri. Yang benar adalah bahwa dari sekitar 2 juta tahun yang lalu sampai sekitar 10.000 tahun yang lalu, dunia apa rumah, di satu waktu yang sama, beberapa spesies manusia. Dan kenapa tidak? Saat ini ada banyak spesies rubah, beruang dan babi. Bumi dari seratus ribu tahun yang lalu apa yang berjalan setidaknya enam spesies yang berbeda dari manusia. Ini eksklusivitas kami saat ini, tidak melewati multi-spesies, Itu aneh - dan Mungkin memberatkan. Seperti yang kita akan segera melihat, kita memiliki alasan yang baik untuk Sapiens menekan memori saudara kami
 Para anggota dari beberapa spesies ini yang besar dan yang lainnya kurcaci. Somewere pemburu menakutkan dan lain-lain lemah lembut tanaman-pengumpul. Beberapa hidup hanya pada satu Islandia, sementara banyak berkeliaran lebih benua. Tapi semua dari mereka Milik genus Homo. Mereka semua manusia.
 Ini adalah kesalahan umum untuk membayangkan spesies tesis sebagaimana diatur dalam garis lurus dari keturunan, dengan ergaster memperanakkan erectus, Erectus memperanakkan Neanderthal, dan Neanderthal berkembang ke dalam diri kita. Model linier ini memberikan kesan yang salah lakukan di setiap saat hanya satu jenis manusia khusus dihuni bumi, dan melakukan semua spesies Awal yang model Hanya tua Diri kita sendiri. Yang benar adalah bahwa dari sekitar 2 juta tahun yang lalu sampai sekitar 10.000 tahun yang lalu, dunia apa rumah, di satu waktu yang sama, beberapa spesies manusia. Dan kenapa tidak? Saat ini ada banyak spesies rubah, beruang dan babi. Bumi dari seratus ribu tahun yang lalu apa yang berjalan setidaknya enam spesies yang berbeda dari manusia. Ini eksklusivitas kami saat ini, tidak melewati multi-spesies, Itu aneh - dan Mungkin memberatkan. Seperti yang kita akan segera melihat, kita memiliki alasan yang baik untuk Sapiens menekan memori saudara kami.

Biaya Berpikir
 Meskipun banyak perbedaan mereka, semua spesies manusia berbagi beberapa karakteristik Definition. Terutama, manusia memiliki otak yang luar biasa besar dibandingkan dengan hewan lain. Mamalia seberat enam puluh kilogram harus rata-rata ukuran otak dari 200 Centimetres kubik. Para pria dan wanita yang paling awal, 2,5 juta tahun yang lalu, memiliki otak dari sekitar 600 Cm kubik. Sapiens olahraga modern otak rata-rata 1,200-1,400 Cm kubik. Otak Neanderthal yang lebih besar.
 Bahwa evolusi Sebaiknya pilih untuk otak yang lebih besar mungkin tampak kita suka, baik, no-brainer ( tidak-berotak). Kami sangat terpikat kecerdasan tinggi yang kita asumsikan lakukan Ketika datang ke listrik otak, lebih harus lebih baik. Tetapi jika kasus, keluarga kucing karena itu akan menghasilkan kucing yang bisa melakukan kalkulus. Mengapa genus Homo hanya satu di Seluruh Animal Kingdom telah datang dengan pencarian Mesin Berpikir besar?
 Fakta Apakah itu otak adalah jumbo menguras jumbo pada tubuh. Ini tidak mudah untuk membawa sekitar, Terutama Ketika terbungkus dalam tengkorak besar. Ini bahkan lebih sulit untuk bahan bakar. Dalam Homo sapiens, otak menyumbang sekitar 2-3 persen dari total berat badan, tetapi mengkonsumsi 25 persen dari energi tubuh saat tubuh beristirahat. Sebagai perbandingan, otak kera lainnya hanya membutuhkan 8 persen dari energi sisa-waktu. Manusia kuno Dibayar Untuk otak besar mereka dalam dua cara. Pertama, mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari makanan. Kedua, otot-otot mereka berhenti berkembang. Seperti pemerintah mengalihkan uang dari pertahanan ke pendidikan, manusia dialihkan energi dari otot ke otak. Ini hampir kepastian melakukan ini adalah strategi yang baik untuk bertahan hidup di padang rumput. Sebuah simpanse tidak bisa menang argumen dengan Homo sapiens, tetapi kera dapat merobek pria terpisah seperti boneka kain.
Hari otak besar kita membayar dengan baik, karena kita bisa memproduksi mobil dan senjata yang memungkinkan kita untuk bergerak lebih cepat daripada simpanse, dan menembak mereka dari jarak yang aman bukan gulat. Tapi mobil dan senjata adalah fenomena baru. Selama lebih dari 2 juta tahun, jaringan saraf manusia terus tumbuh dan berkembang, tapi selain dari beberapa pisau dari batu dan tongkat runcing, manusia memiliki sedikit berharga untuk menunjukkan untuk itu. Apa kemudian melaju ke depan evolusi otak manusia besar-besaran selama tahun-2 juta tahun? Terus terang, kita tidak tahu.
 Sifat lain manusia tunggal adalah bahwa kita berjalan tegak dengan dua kaki. Berdiri, lebih mudah untuk memindai savannah untuk permainan atau musuh, dan lengan yang tidak perlu untuk bergerak dibebaskan untuk keperluan lain, seperti melempar batu atau sinyal. Semakin banyak hal-hal tangan ini bisa melakukan, semakin sukses pemilik mereka, tekanan sehingga evolusi membawa konsentrasi peningkatan saraf dan otot halus disetel di telapak tangan dan jari-jari. Akibatnya, manusia dapat melakukan tugas-tugas yang sangat rumit dengan tangan mereka. Secara khusus, mereka dapat menghasilkan dan menggunakan alat-alat canggih. Bukti pertama untuk tanggal produksi alat dari sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, dan pembuatan dan penggunaan alat-alat yang kriteria yang arkeolog mengakui manusia kuno.
 Namun berjalan tegak memiliki kekurangan-nya. Kerangka nenek moyang primata kita dikembangkan selama jutaan tahun untuk mendukung makhluk yang berjalan dengan empat kaki dan memiliki kepala yang relatif kecil. Menyesuaikan diri dengan posisi tegak cukup tantangan, terutama ketika perancah harus mendukung tempurung kepala ekstra besar. Manusia dibayar untuk visi yang tinggi dan rajin tangan dengan sakit punggung dan leher kaku.
Perempuan membayar ekstra. Sebuah kiprah tegak diperlukan pinggul sempit, konstriksi jalan lahir - dan ini hanya ketika kepala bayi yang semakin besar dan besar. Kematian saat melahirkan menjadi bahaya besar bagi manusia perempuan. Wanita yang melahirkan sebelumnya, ketika otak bayi dan kepala masih relatif kecil dan lentur, bernasib lebih baik dan hidup untuk memiliki anak lagi. Seleksi alam akibatnya disukai kelahiran sebelumnya. Dan, memang, dibandingkan dengan hewan lain, manusia dilahirkan prematur, ketika banyak dari sistem vital mereka masih belum berkembang. Sebuah colt dapat berlari segera setelah lahir; anak kucing meninggalkan ibunya untuk mencari makan sendiri saat itu baru berusia beberapa minggu. Bayi manusia tidak berdaya, tergantung selama bertahun-tahun pada orang tua mereka untuk bertahan hidup, perlindungan dan pendidikan.
 Fakta ini telah memberikan kontribusi besar baik untuk kemampuan sosial umat manusia yang luar biasa dan masalah sosial yang unik. Ibu tunggal tidak bisa mencari makan makanan yang cukup untuk anak-anak mereka dan diri mereka sendiri dengan anak-anak miskin di belakangnya. Membesarkan anak-anak diperlukan bantuan konstan dari anggota keluarga lainnya dan tetangga. Dibutuhkan suku untuk menaikkan manusia. Evolusi sehingga disukai orang-orang yang mampu membentuk ikatan sosial yang kuat. Selain itu, karena manusia dilahirkan terbelakang, mereka dapat dididik dan disosialisasikan sampai batas yang jauh lebih besar daripada hewan lain. Kebanyakan mamalia muncul dari rahim seperti gerabah mengkilap muncul dari kiln - setiap upaya pembentukannya akan menggaruk atau istirahat mereka. Manusia muncul dari rahim seperti kaca cair dari tungku. Mereka dapat berputar, menggeliat dan berbentuk dengan tingkat mengejutkan kebebasan. Inilah sebabnya mengapa hari ini kita dapat mendidik anak-anak kita untuk menjadi Kristen atau Buddha, kapitalis atau sosialis, suka berperang atau cinta damai.
*
Kami berasumsi bahwa otak yang besar, penggunaan alat-alat, kemampuan belajar superior dan struktur sosial yang kompleks keuntungan besar. Tampaknya jelas bahwa ini telah membuat manusia binatang yang paling kuat di bumi. tapi manusia menikmati semua keuntungan ini untuk penuh 2 juta tahun di mana mereka tetap makhluk lemah dan marginal. Jadi manusia yang hidup satu juta tahun yang lalu, meskipun otak besar dan alat-alat batu yang tajam, diam dalam ketakutan predator, jarang diburu permainan besar, dan hidup dari terutama dengan mengumpulkan tanaman, meraup serangga, menguntit hewan kecil, dan makan kiri bangkai belakang oleh karnivora lain yang lebih kuat.
 Salah satu penggunaan yang paling umum dari alat-alat batu awal adalah untuk memecahkan tulang terbuka untuk sampai ke sumsum. Beberapa peneliti percaya ini adalah niche asli. Sama seperti burung pelatuk mengkhususkan diri dalam mengeluarkan serangga dari batang-batang pohon, manusia pertama khusus dalam penggalian sumsum dari tulang. Mengapa sumsum? Nah, misalkan Anda mengamati kebanggaan singa mengambil dan memakan jerapah. Anda menunggu dengan sabar sampai mereka selesai. Tapi itu masih belum giliran Anda karena pertama hyena dan serigala - dan Anda tidak berani mengganggu mereka mengais sisa-sisa makanan. Hanya kemudian akan Anda dan band Anda berani mendekati bangkai, terlihat hati-hati kiri dan kanan - dan menggali ke dalam jaringan dapat dimakan yang tetap.
 Ini adalah kunci untuk memahami sejarah dan psikologi kita. Posisi genus Homo dalam rantai makanan, sampai cukup baru-baru, kokoh di tengah. Selama jutaan tahun, manusia diburu makhluk kecil dan mengumpulkan apa yang mereka bisa, sambil diburu oleh predator yang lebih besar. Itu hanya 400.000 tahun yang lalu bahwa beberapa spesies manusia mulai berburu besar secara teratur, dan hanya dalam 100.000 tahun terakhir - dengan munculnya Homo sapiens - manusia yang melompat ke puncak rantai makanan.
 Lompatan spektakuler dari tengah ke atas memiliki konsekuensi yang sangat besar. Hewan lain di puncak piramida, seperti singa dan hiu, berkembang menjadi posisi yang sangat bertahap, selama jutaan tahun. Hal ini memungkinkan ekosistem untuk mengembangkan checks and balances yang mencegah singa dan hiu dari mendatangkan terlalu banyak malapetaka. Seperti singa menjadi lebih mematikan, sehingga rusa berevolusi untuk berjalan lebih cepat, hyena untuk bekerja sama lebih baik, dan badak menjadi lebih pemarah. Sebaliknya, manusia naik ke atas sangat cepat sehingga ekosistem tidak diberikan waktu untuk menyesuaikan. Selain itu, manusia sendiri gagal untuk menyesuaikan. Kebanyakan predator atas planet ini adalah makhluk megah. Jutaan tahun berkuasa telah mengisi mereka dengan percaya diri. Sapiens Sebaliknya lebih seperti seorang diktator pisang republik. Setelah jadi baru-baru ini menjadi salah satu underdog dari padang rumput, kita penuh ketakutan dan kecemasan atas posisi kami, yang membuat kita ganda kejam dan berbahaya. Banyak bencana sejarah, dari perang mematikan bagi bencana ekologi, telah dihasilkan dari ini melompati-tergesa-gesa.
 Sebuah perburuan Makanan
 Sebuah langkah penting dalam perjalanan ke atas adalah domestikasi api. Beberapa spesies manusia mungkin telah memanfaatkan sesekali api sedini 800.000 tahun yang lalu. Dengan sekitar 300.000 tahun yang lalu, Homo erectus, Neanderthal dan nenek moyang Homo sapiens yang menggunakan api setiap hari. Manusia sekarang memiliki sumber diandalkan cahaya dan kehangatan, dan senjata mematikan terhadap berkeliaran singa. Tidak lama setelah itu, manusia mungkin bahkan mulai sengaja untuk obor lingkungan mereka. Api berhasil hati-hati bisa berubah belukar tandus dilewati ke padang rumput perdana penuh dengan permainan. Selain itu, setelah api mereda, pengusaha Zaman Batu bisa berjalan melalui merokok tetap dan panen charcoaled hewan, kacang-kacangan dan umbi-umbian.
 Tetapi hal terbaik api lakukan adalah masak. Makanan yang manusia tidak bisa mencerna dalam bentuk alami mereka - seperti gandum, beras dan kentang - menjadi pokok dari diet kita berkat memasak. Api tidak hanya mengubah kimia makanan, itu berubah biologi nya juga. Memasak kuman tewas dan parasit yang penuh makanan. Manusia juga memiliki waktu yang jauh lebih mudah mengunyah dan mencerna favorit tua seperti buah-buahan, kacang-kacangan, serangga dan bangkai jika mereka yang dimasak. Sedangkan simpanse menghabiskan lima jam sehari mengunyah makanan mentah, satu jam sudah cukup untuk orang-orang makan makanan yang dimasak.
 Munculnya memasak memungkinkan manusia untuk makan lebih banyak jenis makanan, mencurahkan sedikit waktu untuk makan, dan membuat hubungannya dengan gigi yang lebih kecil dan usus pendek. Beberapa ahli percaya ada hubungan langsung antara munculnya memasak, pemendekan jalur usus manusia, dan pertumbuhan otak manusia. Sejak usus panjang dan otak besar keduanya konsumen energi besar, sulit untuk memiliki keduanya. Dengan memperpendek usus dan mengurangi konsumsi energi mereka, memasak tidak sengaja membuka jalan ke otak jumbo dari Neanderthal dan Sapiens.1
 Api juga membuka jurang signifikan pertama antara manusia dan hewan lainnya. Kekuatan hampir semua hewan tergantung pada tubuh mereka: kekuatan otot mereka, ukuran gigi mereka, luasnya sayap mereka. Meskipun mereka mungkin memanfaatkan angin dan arus, mereka tidak dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan alam, dan selalu dibatasi oleh desain fisik mereka. Eagles, misalnya, mengidentifikasi kolom termal naik dari tanah, menyebar sayap raksasa mereka dan memungkinkan udara panas untuk mengangkat mereka ke atas. Namun elang tidak bisa mengontrol lokasi kolom, dan maksimal daya dukung secara ketat sebanding dengan lebar sayap mereka.
 Ketika manusia dijinakkan api, mereka menguasai kekuatan yang patuh dan berpotensi terbatas. Tidak seperti elang, manusia bisa memilih kapan dan di mana untuk menyalakan api, dan mereka mampu memanfaatkan api untuk sejumlah tugas. Yang paling penting, kekuatan api tidak dibatasi oleh bentuk, struktur atau kekuatan tubuh manusia. Seorang wanita lajang dengan batu atau tongkat api bisa membakar seluruh hutan dalam hitungan jam. Domestikasi api adalah tanda yang akan datang.
penjaga Saudara kami
 Kendati manfaat api, 150.000 tahun yang lalu manusia masih makhluk marginal. Mereka sekarang bisa menakut-nakuti singa, menghangatkan diri selama malam yang dingin, dan membakar hutan sesekali. Namun menghitung semua spesies bersama-sama, masih ada tidak lebih dari mungkin satu juta manusia yang hidup antara kepulauan Indonesia dan Semenanjung Iberia, blip hanya pada radar ekologi.
 Spesies kita sendiri, Homo sapiens, sudah hadir di panggung dunia, tapi sejauh itu hanya mengurus bisnis sendiri di sudut Afrika. Kita tidak tahu persis di mana dan kapan hewan yang dapat diklasifikasikan sebagai Homo sapiens pertama berevolusi dari beberapa jenis awal manusia, tetapi kebanyakan ilmuwan setuju bahwa dengan 150.000 tahun yang lalu, Afrika Timur dihuni oleh Sapiens yang tampak seperti kita. Jika salah satu dari mereka muncul di kamar mayat modern, ahli patologi lokal akan melihat apa-apa yang aneh. Berkat berkah api, mereka memiliki gigi kecil dan rahang dari nenek moyang mereka, sedangkan mereka memiliki otak besar, sama dengan ukuran kita.
 Para ilmuwan juga setuju bahwa sekitar 70.000 tahun yang lalu, Sapiens dari Afrika Timur menyebar ke Semenanjung Arab, dan dari sana mereka dengan cepat menguasai seluruh daratan Eurasia.
 Ketika Homo sapiens mendarat di Saudi, sebagian besar Eurasia sudah diselesaikan oleh manusia lainnya. Apa yang terjadi dengan mereka? Ada dua teori yang saling bertentangan. The 'kawin silang Teori' menceritakan kisah tarik, seks dan berbaur. Sebagai imigran Afrika menyebar ke seluruh dunia, mereka dibesarkan dengan populasi manusia lainnya, dan orang-orang saat ini adalah hasil dari kawin silang ini.
 Misalnya, ketika Sapiens mencapai Timur Tengah dan Eropa, mereka bertemu Neanderthal. Manusia ini lebih berotot dibandingkan Sapiens, memiliki otak yang lebih besar, dan lebih baik disesuaikan dengan iklim dingin. Mereka menggunakan alat-alat dan api, yang pemburu yang baik, dan tampaknya merawat mereka yang sakit dan lemah. (Para arkeolog telah menemukan tulang Neanderthal yang hidup selama bertahun-tahun dengan cacat fisik yang parah, bukti bahwa mereka dirawat oleh keluarga mereka.) Neanderthal sering digambarkan dalam karikatur sebagai archetypical kasar dan bodoh 'gua orang', tetapi bukti terbaru telah mengubah citra mereka.
 Menurut kawin silang Teori, ketika Sapiens menyebar ke tanah Neanderthal, Sapiens dibesarkan dengan Neanderthal sampai dua populasi bergabung. Jika hal ini terjadi, maka Indo hari ini tidak murni Sapiens. Mereka adalah campuran Sapiens dan Neanderthal. Demikian pula, ketika Sapiens mencapai Asia Timur, mereka kawin dengan Erectus lokal, sehingga Cina dan Korea adalah campuran Sapiens dan Erectus.
 Pandangan lawan, disebut 'Penggantian Teori' menceritakan sebuah cerita yang sangat berbeda - salah satu dari ketidakcocokan, jijik, dan bahkan mungkin genosida. Menurut teori ini, Sapiens dan manusia lainnya memiliki anatomi yang berbeda, dan kemungkinan besar kebiasaan kawin yang berbeda dan bahkan bau badan. Mereka akan memiliki minat seksual kecil di satu sama lain. Dan bahkan jika Neanderthal Romeo dan Juliet Sapiens jatuh cinta, mereka tidak bisa menghasilkan anak-anak yang subur, karena jurang genetik memisahkan dua populasi sudah tak terjembatani. Dua populasi tetap benar-benar berbeda, dan ketika Neanderthal mati, atau yang membunuh, gen mereka meninggal dengan mereka. Menurut pandangan ini, Sapiens diganti semua populasi manusia sebelumnya tanpa bergabung dengan mereka. Jika itu terjadi, garis keturunan dari semua manusia kontemporer dapat ditelusuri kembali, eksklusif, Afrika Timur, 70.000 tahun yang lalu. Kita semua 'murni Sapiens.


Peta 1. Homo sapiens Menaklukan dunia.
 Banyak bergantung pada debat ini. Dari perspektif evolusi, 70.000 tahun adalah interval yang relatif singkat. Jika Teori Penggantian benar, semua manusia hidup memiliki kira-kira bagasi genetik yang sama, dan perbedaan ras di antara mereka yang diabaikan. Tetapi jika Teori kawin silang yang tepat, mungkin juga ada perbedaan genetik antara Afrika, Eropa dan Asia yang kembali ratusan ribu tahun. Ini adalah dinamit politik, yang dapat memberikan bahan untuk teori rasial peledak.
            Dalam beberapa dekade terakhir Teori Penggantian telah kebijaksanaan umum di lapangan. Itu dukungan arkeologi lebih kencang, dan lebih politik yang benar (ilmuwan tidak punya keinginan untuk membuka kotak Pandora rasisme dengan mengklaim keragaman genetik yang signifikan antara populasi manusia modern). Tapi itu berakhir pada tahun 2010, ketika hasil dari upaya empat tahun untuk memetakan genom Neanderthal diterbitkan. Genetika mampu mengumpulkan cukup DNA Neanderthal utuh dari fosil untuk membuat perbandingan luas antara itu dan DNA manusia kontemporer. Hasil mengejutkan komunitas ilmiah.
            Ternyata 1-4 persen dari DNA manusia yang unik dari populasi modern di Timur Tengah dan Eropa adalah DNA Neanderthal. Itu bukan jumlah yang besar, tapi itu signifikan. Sebuah kejutan kedua datang beberapa bulan kemudian, ketika DNA diekstraksi dari jari fosil dari Tampaknya bahwa sekitar 50.000 tahun yang lalu, Sapiens, Neanderthal dan Denisovans berada di titik batas. Mereka hampir, tapi tidak cukup, spesies yang sama sekali terpisah. Seperti yang akan kita lihat dalam bab berikutnya, Sapiens sudah sangat berbeda dari Neanderthal dan Denisovans tidak hanya dalam kode dan fisik sifat genetik mereka, tetapi juga dalam kemampuan kognitif dan sosial mereka, namun tampaknya itu masih hanya mungkin, pada kesempatan langka, untuk Sapiens dan Neanderthal untuk menghasilkan keturunan yang subur. Jadi populasi tidak bergabung, tetapi beberapa gen Neanderthal beruntung melakukan suatu halangan naik pada Sapiens Express. Hal ini mengganggu - dan mungkin mendebarkan - untuk berpikir bahwa kita Sapiens bisa pada satu waktu berhubungan seks dengan binatang dari spesies yang berbeda, dan menghasilkan anak-anak bersama-sama. Denisova dipetakan. Hasil membuktikan bahwa hingga 6 persen dari DNA manusia yang unik dari Melanesia modern dan Aborigin Australia adalah Denisovan DNA.

 Jika hasil ini berlaku - dan itu penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut sedang berlangsung dan mungkin baik memperkuat atau memodifikasi kesimpulan ini - Interbreeders mendapat setidaknya beberapa hal yang benar. Tapi itu tidak berarti bahwa Teori Penggantian benar-benar salah. Sejak Neanderthal dan Denisovans kontribusi hanya sejumlah kecil DNA genom untuk kita saat, adalah mustahil untuk berbicara tentang 'merger' antara Sapiens dan spesies manusia lainnya. Meskipun perbedaan antara mereka yang tidak cukup besar untuk benar-benar mencegah hubungan seksual yang subur, mereka cukup untuk membuat kontak tersebut sangat langka.
 Lalu bagaimana kita harus memahami keterkaitan biologis Sapiens, Neanderthal dan Denisovans? Jelas, mereka tidak spesies yang sama sekali berbeda seperti kuda dan keledai. Di sisi lain, mereka tidak populasi hanya berbeda dari spesies yang sama, seperti Bulldog dan Spaniel. Realitas biologis tidak hitam dan putih. Ada juga daerah abu-abu yang penting. Setiap dua spesies yang berevolusi dari nenek moyang yang sama, seperti kuda dan keledai, yang pada satu waktu hanya dua populasi dari spesies yang sama, seperti Bulldog dan Spaniel. Pasti ada titik ketika dua populasi sudah cukup berbeda satu sama lain, tapi masih mampu pada kesempatan langka berhubungan seks dan menghasilkan keturunan yang subur. Kemudian mutasi lain memutuskan benang penghubung terakhir ini, dan mereka pergi cara evolusi mereka terpisah.
tampaknya bahwa sekitar 50.000 tahun yang lalu, Sapiens, Neanderthal dan Denisovans berada di titik batas. Mereka hampir, tapi tidak cukup, spesies yang sama sekali terpisah. Seperti yang akan kita lihat dalam bab berikutnya, Sapiens sudah sangat berbeda dari Neanderthal dan Denisovans tidak hanya dalam kode dan fisik sifat genetik mereka, tetapi juga dalam kemampuan kognitif dan sosial mereka, namun tampaknya itu masih hanya mungkin, pada kesempatan langka, untuk Sapiens dan Neanderthal untuk menghasilkan keturunan yang subur. Jadi populasi tidak bergabung, tetapi beberapa gen Neanderthal beruntung melakukan suatu halangan naik pada Sapiens Express. Hal ini mengganggu - dan mungkin mendebarkan - untuk berpikir bahwa kita Sapiens bisa pada satu waktu berhubungan seks dengan binatang dari spesies yang berbeda, dan menghasilkan anak-anak bersama-sama.


3. Sebuah rekonstruksi spekulatif dari anak Neanderthal. Bukti genetik mengisyaratkan bahwa setidaknya beberapa Neanderthal mungkin memiliki kulit dan rambut yang cantik
Tetapi jika Neanderthal, Denisovans dan spesies manusia lainnya tidak bergabung dengan Sapiens, mengapa mereka lenyap? Salah satu kemungkinan adalah bahwa Homo sapiens mengantar mereka ke kepunahan. Bayangkan sebuah band Sapiens mencapai lembah Balkan di mana Neanderthal telah tinggal selama ratusan ribu tahun. Para pendatang baru mulai berburu rusa dan mengumpulkan kacang-kacangan dan buah yang staples tradisional Neanderthal '. Sapiens pemburu lebih mahir dan pengumpul - berkat teknologi yang lebih baik dan keterampilan sosial yang unggul - sehingga mereka dikalikan dan menyebar. Neanderthal kurang akal merasa semakin sulit untuk makan sendiri. Populasi mereka menyusut dan mereka perlahan-lahan mati, kecuali mungkin untuk satu atau dua anggota yang bergabung tetangga Sapiens mereka.
 Kemungkinan lain adalah bahwa kompetisi untuk sumber daya berkobar menjadi kekerasan dan genosida. Toleransi tidak merek dagang Sapiens. Di zaman modern, perbedaan kecil dalam warna kulit, dialek atau agama sudah cukup untuk mendorong satu kelompok Sapiens untuk mengatur tentang membasmi kelompok lain. Akan Sapiens kuno lebih toleran terhadap sebuah spesies manusia yang sama sekali berbeda? Mungkin saja bahwa ketika Sapiens ditemui Neanderthal, hasilnya adalah kampanye etnis-pembersihan pertama dan paling signifikan dalam sejarah.
 Apapun cara itu terjadi, Neanderthal (dan spesies manusia lainnya) menimbulkan salah sejarah besar bagaimana jika. Bayangkan bagaimana hal-hal yang mungkin telah berubah memiliki Neanderthal atau Denisovans selamat bersama Homo sapiens. Apa jenis budaya, masyarakat dan struktur politik akan muncul di dunia di mana beberapa spesies manusia yang berbeda hidup berdampingan? Bagaimana, misalnya, akan agama agama telah membuka? Akan kitab Kejadian telah menyatakan bahwa Neanderthal turun dari Adam dan Hawa, akan Yesus telah mati untuk dosa-dosa Denisovans, dan akan Alquran telah memesan kursi di surga bagi semua manusia yang benar, apapun spesies mereka? Akan Neanderthal telah mampu melayani di legiun Romawi, atau dalam birokrasi luas dari kekaisaran Cina? Akan Deklarasi kemerdekaan Amerika terus sebagai kebenaran jelas bahwa semua anggota genus Homo diciptakan sama? Akan Karl Marx telah mendesak para pekerja dari semua spesies untuk bersatu?
 Selama 10.000 tahun terakhir, Homo sapiens telah tumbuh begitu terbiasa menjadi satu-satunya spesies manusia yang sulit bagi kita untuk memahami kemungkinan lain. Kurangnya kita saudara-saudara membuatnya lebih mudah untuk membayangkan bahwa kita adalah lambang penciptaan, dan bahwa jurang memisahkan kita dari sisa kerajaan binatang. Ketika Charles Darwin menunjukkan bahwa Homo sapiens adalah hanya jenis lain dari hewan, orang marah. Bahkan saat ini banyak menolak untuk percaya. Memiliki Neanderthal bertahan, akan kita masih membayangkan diri menjadi makhluk terpisah? Mungkin ini adalah persis mengapa nenek moyang kita dihapuskan Neanderthal. Mereka terlalu akrab untuk mengabaikan, tetapi terlalu berbeda untuk mentolerir.
 Apakah Sapiens yang harus disalahkan atau tidak, tidak lama setelah mereka tiba di lokasi baru daripada penduduk asli punah. Sisa-sisa terakhir dari Homo soloensis tanggal untuk sekitar 50.000 tahun yang lalu. Homo Denisova menghilang tak lama kemudian. Neanderthal membuat mereka keluar kira-kira 30.000 tahun yang lalu. Manusia kerdil-seperti terakhir menghilang dari Pulau Flores sekitar 12.000 tahun yang lalu. Mereka meninggalkan beberapa tulang, alat-alat batu, beberapa gen dalam DNA kami dan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Mereka juga meninggalkan di belakang kami, Homo sapiens, spesies manusia terakhir.
 Apa rahasia Sapiens 'sukses? Bagaimana kita mengelola untuk menyelesaikan begitu cepat di begitu banyak habitat jauh dan ekologis yang berbeda? Bagaimana kita mendorong semua spesies manusia lainnya terlupakan? Mengapa tidak bisa bahkan kuat, cerdas, Neanderthal dingin-bukti bertahan serangan kami? Perdebatan terus mengamuk. Jawaban yang paling mungkin adalah hal yang sangat yang membuat perdebatan mungkin: Homo sapiens menaklukkan dunia berkat atas semua untuk bahasa yang unik.