Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Wujud Cinta: Penghematan kertas minyak pembungkus makanan


“Tuhan menciptakan dua kitab suci untuk para hambaNya, yang pertama kitab suci agama dan yang kedua kitab berupa alam semesta. “Ucap Daoed Joesoef sang menteri pendidikan tahun 1978. Dalam banyak hal manusia dalam belajar sering kali memisahkan antara buku dan alam ( lingkungan), bahkan kadang dianggap sebagai sesuatu yang terpisah. Padahal keduanya saling mendukung satu sama lain, buku hanya sebagai modal kecil membaca alam yang sangat luas. Dan alam yang sangat luas perlu buku agar dipahami oleh manusia yang kecil. Keduanya wajib dibaca oleh manusia agar memahami betapa kehidupan terdapat kejutan kejutan yang menajubkan disetiap sudut ciptaanNya.
Belajar dari buku maupun lingkungan sangatlah sulit tetapi sangat mengasikan jika dihayati. Namun kali ini aku mencoba meresapi belajar dari lingkungan. Bagiku orang paling berhasil belajar dari lingkungan adalah Isaac Newton. Hanya dari Apel yang jatuh ia bisa menarik kesimpulan yang sangat mendalam bahwa sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh kebawah, dan kekuatan itu yang kemudian dikenal dengan nama gravitasi. Dari hal itu sangat mengelitik ruang imajinasiku terkait bagaimana menciptakan generasi muda yang paham akan lingkungannya karena ia merupakan makhluk sosial. Model pendidikan yang seperti apa yang bisa menciptakan secara masal manusia seperti Isaac Newton.
Namun sebelum jauh di pertanyaan itu, ada pertanyaan menarik yaitu bagaimana sebenarnya agar menjadi seorang selevel Isaac newton. Dan pertanyaan itu terjawab dari sebuah kertas minyak untuk membungkus nasi disebuah senja bulan juli ini.
Kertas Pembungkus Nasi
Ya, kau sama seperti kertas lainnya terbuat dari pohon
Ya, kau sama seperti kertas lainnya dijual dan digunakan
Ya, kau pun sama seperti kertas lainnya berakhir di tempat sampah
Walaupun sama namun senja itu aku tertawa sendiri memahami dirimu. Satu pack dirimu harganya tak lebih dari 20.000. kau praktis digunakan walau entah dari segi kesehatan tapi aku menggunakanmu hanya beberapa menit saja lalu kau di tempat sampah. Kira kira 5 menit kau bermanfaat bagiku, itu hanya ketika kau membungkus makanan dari warung menuju kos. 5 menit bermanfaatmu itu sangat singkat jika dibandingkan proses pembuatan dirimu. Bayangkan saja dari menunggu pohon cukup layak ditebang sekitar umur 8 tahun. Lalu diolah, diedarkan dan kita bertemu hanya beberapa menit.
Untuk 5 menit ini seharusnya kita tak usah bertemu, bayangkan saja jika aku ke warteg dua kali dalam sehari maka aku bisa menghabiskan dirimu 100 lembar dalam waktu 50 hari ( 1 bulan lebih 20 hari ) padahal dalam satu semester saja ketika kuliah binder berisis 100 lembar tak habis karena malas menulis dan tugas kuliah membuat makalah pun tak pernah sampai seratus lembar dalam sebulan. Itu jika beli makanan pokok saja kalau cemilan yang ada dirimu ya bisa lebih banyak. Walau sebenarnya tidak sematematis itu namun itu realitas yang diwakili angka. Karena matematika bahasa yang indah. Realitasnya aku butuh 8 bulan lebih menghabiskanmu 1 rim ( 500 lembar ) itu adalah angka yang kecil tapi jika mahasiswa ada 1000 saja berarti dalam 8 bulan itu bisa menghabiskanmu 1000 rim ( 500.000 lembar kertas ). Dan kau tahu pohon 1 bisa menghasilkanmu 161 rim dan 1000 mahasiswa itu berarti bisa membunuh 20 pohon yang hidupnya 8 tahun. Ah pasti berasa ribet….enaknya dalam sehari jika ada 1000 mahasiswa beli ke warung pada pagi hari berarti 2 rim habis. Kalau pagi dan sore berarti 4 rim habis. Jadi dalam waktu 40 hari, 1000 mahasiswa bisa membunuh satu pohon. Hahahhaha tak usah berbicara mahasiswa lain intinya aku semester 10 ( masa aktif kuliah kurang lebih 4 bulan tiap semester) berarti 4 bulan X 10 menghasilkan 40 bulan. Berarti jika 8 bulan menghabiskan 1 rim maka 40 bulan menghabiskan 5 rim ( 2500 lembar) Cuma dari bungkus makanan selama 5 menit. Kalau bukan tolol terus apalagi… belum lagi ketololan menggunakan plastik pembungkus. Apa iya, memilih tolol daripada ribet sedikit. Jika iya, jangan heran kalau nusantara sudah merdeka 70 tahun Cuma merasakan panasnya matahari ga menikmati energy listrik matahari karena malas dan sukanya praktis, itu tanda bodohnya kuadrat. Kita punya pohon Cuma buat dibuang buang dan tak dapat kesegarannya.
Dan darimu aku paham satu hal, kesadaran kolektif akan hal hal kecil ternyata berdampak luar biasa. Jika kesadaran tidak menggunakanmu itu ada secara kolektif maka berapa jumlah pohon yang terselamatkan dari ketololan manusia sepertiku. Sekarang kau santai saja, karena lingkunganku masih sangat membutuhkanmu baik pedagang maupun konsumen, hal sepele itu biasa membuat lalai. Sekali lagi Cuma si jomblo Isaac Newton yang bisa mengamati fenomena yang sepele menjadi sebuah kesimpulan sains yang luar biasa.
Pendidikan masih berkutat mengurusi hal yang luar biasa bukan hal yang terdekat, terkecil dan nyata. Karena pendidikan yang aku rasakan hanya mitos bagi anak didik baik di sains maupun sosial. Orang besar ternyata orang yang bisa membaca dengan tepat, melaksanakan hasil kesimpulan dengan akurat dan bergerak dengan cepat.



The True Power of Water Karya Masaru Emoto

Buku ini bercerita tentang kedasyatan air dalam diri manusia. Air bukan merupakan benda mati namun menjadi benda hidup yang mampu menerima respon apa yang diberikan lingkungannya. Sebagai unsur gabungan dari senyawa Hidrogen dan Oksigen ini mampu menangkap pesan yang diberikan melalui ucapan manusia. Setiap yang diucapkan bagus atau mengandung pesan yang baik maka air akan menciptakan Kristal-kristal yang indah. Demikian sebalikanya jika air diberikan pesan yang buruk maka akan merusak Kristal air. Dalam bahasa apapun air bisa memahami pesan yang di sampaikan. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan Masaru di Jepang, ia terinspirasi dari sebuah kata yaitu “ taka da Kristal salju yang identik “ . Bahwa kemudian ia berusaha membekukan air dan memotret Kristal yang ada di air. Setelah percobaan berkali-kali kemudian ia berhasil memotret air dan hasilnya mengejutkan bahwa Kristal air dapat berubah. Ia melakukan percobaan dengan air di berbagai kota di Jepang. Hasilnya adalah air murni ( air yang telah disaring bumi tanpa campur tangan manusia ) memiliki Kristal air lebih indah daripada yang lain jika dibandingkan dengan air kran dan air yang kotor bahkan air kemasan ( air mineral ). Dan kemudian Kristal air bisa berubah bentuk lebih indah jika diberikan pesan yang baik. Hal ini kemudian digunakan Masaru untuk membuat terapi dengan air. Dan memang berhasil, beberapa penyandang penyakit kemudian di terapi dan hasilnya luar biasa. Dapat memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Sebenarnya dalam Islam ini jelas sudah di praktikan, seperti air yang di doakan dan untuk penyembuhan penyakit. Bukan mitos namun bisa di logika. Dan ingat hampir 75 organ manusia terdiri dari air maka rawat komponen dalam tubuhmu yang dominan itu. Setidaknya dengan menjaga tutur katamu dan yang pasti memberikan respon yang baik untuk air ketika mengkonsumsinya. Dan semoga akan menjaga air untuk anak cucu kita. Dari keringnya kampus konservasi yang krisis air. Semoga bisa menambah daftar bacaan anda Selamat mencoba menjadi manusia penuh perhiasan kristal perilaku yang tercermin dari air dalam tubuhmu