Lantas mengapa dari tahun 1928 masalah tak kunjung terselesaikan pada pokok masalah yang sama. Dulu wanita berjuang meningkatkan harkat dan martabatnya namun mengapa sekarang wanita berlomba-lomba menurunkan martabatnya untuk hal yang tak mulia sama sekali. Dulu anak-anak kurang gizi dan mengapa sekarang anak lebih suka makanan yang tak bergizi ketika banyak makanan yang bergizi. Bukankah hal yang muncul itu sama masalahnya dulu sampai sekarang wanita masih dalam martabat yang belum sejajar berdampingan dengan pria. Anak-anak masih saja kekurangan akan gizi mereka. Ya itu sudut pandang dipedalaman dan keterasinganku. Wanita atau lebih tepatnya perempuan mengingatkanku pada sosok Ibu. Ibu itu laksana matahari yang memberikan segalanya dari bagian tubuhnya untuk alam semesta. Ia tak pernah berhenti walau meteor jatuh, ada UFO dan ada ledakan di sudut semesta. Dan disinilah aku membuat kisah tentang wanita, pergerakan dan mekanisme gerak matahari. Matahari sebagai bagian dari alam semesta di galaksi Bima sakti. Di sisi ini aku belum menempatkan secara pasti bahwa matahari adalah pusat semesta. Yang jelas matahari adalah benda luar angkasa yang tak bergerak namun melakukan pergerakan. Gerak di sini, aku definiskan sesuai dengan teori fisika bahwa benda dikatakan bergerak jika benda berpindah dari awal ia diam ke tempat yang berbeda dari awal ia berpindah. Matahari tetap saja diam jika dipasangkan dengan bumi. Diamnya membuat orang berprasangka beribu-ribu tahun bahwa ia bergerak mengelilingi bumi. Mata kita tertipu akan sulap semesta. Rasa kita kurang peka akan fakta alam yang disajikan. Setiap hari kita tertipu matahari itu bergerak dan beberapa bulan sekali matahari terbit dengan kedatangan yang berbeda atau orang menyebutnya siklus gerak semu tahunan matahari. Itulah hebatnya ketika matahari tak melakukan apapun namun dianggap bergerak. Aku menjadi takut di sisi ini, sisi manusia yang buta akan pergerakan kadang kita sebenarnya bukan bergerak namun diam ditempat. Anggapan orang kita sudah bergerak. Kita berleha-leha akan gerakan kita yang sebenarnya semu. Dan gerak semu adalah gerakan kita. Dimana gerakan semu itu adalah penipuan atau tepatnya pengelabuan. Namun kadang gerakan itu bukan pengelabuan terhadap musuh tapi karena memang kita tak bergerak dan kita bereuforia tentang anggapan orang yang dangkal akan pergerakan. Penilaian salah mereka yang selalu diucap akhirnya dibenarkan oleh logika. Gerakan matahari yang diam itu jika tak dipasangkan dengan benda semesta lainnya maka gerak matahari adalah gerak yang memukau. Ia tak bergerak namun melakukan pergerakan. Dan ia memang tak ulainnya bisa mengirimkan energi yang banyak untuk semesta salah satunya bumi. Energinya membuat hijau daun bisa menghidupi banyak nafas di bumi. Gelombang cahayanya dapat menembus milyaran kilometer. Dan dari cahaya yang sederhana dapat diuraikan menjadi warna yang begitu banyak. Dan warna itu bisa lenyap tertangkap gelap menjadi hitam sempurna. Apakah gerak matahari yang diam sesederhana itu. Pantasnya tidak, ia yang menjadi bintang hasil big bang menjadi penggerak utama di galaksi bima sakti. Semua gerak planet bersumbu padanya. Walau masih saya ragukan di sisi ini karena gelombang terkuat konon itu memang berpusat pada manusia yang menjadi penyeimbang semesta. Jadi tak mutlak memang matahari menjadi pusat namun sementara itu yang diyakini. Dan itulah pergerakan orang yang kelihatannya tak bergerak. Orang yang tak melakukan gerakan namun dapat menimbulkan pergerakan. Orang-orang yang tanpa sadar memberikan cahaya dalam otak-otak manusia yang aktif bergerak, orang yang menjadi pedoman walau sudah hilang dari pandangan. Itulah kadang mata kita sulit melihat betapa banyak orang yang tak terlihat namun tak melakukan gerakan namun menimbulkan pergerakan. Adakah jenis manusia tak bergerak namun menimbulkan pergerakan., oh angin semilir saja tahu bahwa angin bergerak karena matahari yang jauh dari angin. Mungkin tak selamanya tiada itu tiada dan ada itu ada. Dan keberadaan yang mendalam dan esensil serta paling tinggi bisa jadi adalah ketika ketiadaan diri kita menjadi ada dan keberadaan diri kita itu ditiadakan oleh anggapan namun dirasakan oleh anggapan itu sendiri. Matahari memiliki gaya tarik dengan benda angkasa lainnya yang membuat planet mengitari dirinya. Namun gaya tarik matahari dapat berdampingan selaras dengan gaya tarik lainnya seperti satelit planet dan gaya tarik planet sendiri. Semua benda tersebut memiliki gaya tariknya namun matahari walau memiliki gaya tarik yang besar dengan rendah hati menyelaraskan diri dengan gerak yang lain untuk mencipta keseimbangan. Aku ingat betapa hitler memiliki gaya tarik yang besar. Kekuatannya tidak bisa terabaikan oleh sejarah walau kekejamaanya terhadap ras yahudi. Ia menciptakan gaya tarik yang sangat besar. Gaya oratornya tidak tertandingi namun akhirnya lenyap tergilas kekuatan lain. Ia dengan kekuatannya tak memiliki penyeimbang untuk menciptakan kemenangan dalam kedamaian. Ia terlalu menarik dirinya dalam kekuasaan yang besar. Kekuatan dan gaya tarik yang abadi adalah seperti matahari seimbang dan mencipta kedamaian. Bayangkan saja jika matahari tak menciptakan kedamaian maka planet-planet saling berbenturan. Dan gaya tarik saling bermusuhan dengan mencipta ketidakseimbangan. Matahari tak berhenti bereaksi dalam dirinya untuk mencipta panas namun ia tak memberikan dampak negative bagi planet. Reaksi fusi dan fisi dalam diri matahari. Perpaduan yang indah dan dasyat dari reaksi bom hydrogen dan reaksi bom nuklir. Kekuatan dasyat memang hasil pengendalian diri atas reaksi yang diciptakan dalam dirinya. Ya, itulah matahari adanya. Dipuja dalam kekuatan dewa Ra dan dewa Apollo. Dipuja manusia dalam mitosnya. Seperti jawa berkata matahari menjadi bagian dari Hastabrata. Pergerakan yang ditimbulkan matahari dan kekuataanya menarik untuk dipahami lebih jauh. Terlukis dalam keheningan pagi yang meletihkan Talang, 8 November 2014
Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal
Home » kehidupan » Pergerakan Matahari (1)
Pergerakan Matahari (1)
Memoriku terbawa di detik-detik 22 Desember 1928. Yogyakarta menjadi saksi bahwa wanita memiliki keseksian yang anggun dalam menciptakan keindahan dunia. Kala itu wanita tidak hanya mulia dalam pemikiran dan etika namun pada aksi nyatanya menjadikan dunia ini indah dan lebih indah walau ia suatu saat tak melihat keindahan itu. Demi sebuah generasi itulah gerakan utama wanita. Aku bisa merasakan keberadaan Nyi Ki Hajar Dewantara , Sunaryati (PI), R.A. Hardjodiningrat (Wanita Katholik) dan bahkan wanita lainnya. Dia, wanita apapun bentuknya masih saja ia berpikir kemudian hari, orang lain bahkan yang tak terlihat. Aku kemudian mengangkat kelapaku tegak dan tersadar aku berada dalam periode waktu jauh dari khayalanku. Aku berada di sudut kabupaten Tegal, tahun 2014.
Lantas mengapa dari tahun 1928 masalah tak kunjung terselesaikan pada pokok masalah yang sama. Dulu wanita berjuang meningkatkan harkat dan martabatnya namun mengapa sekarang wanita berlomba-lomba menurunkan martabatnya untuk hal yang tak mulia sama sekali. Dulu anak-anak kurang gizi dan mengapa sekarang anak lebih suka makanan yang tak bergizi ketika banyak makanan yang bergizi. Bukankah hal yang muncul itu sama masalahnya dulu sampai sekarang wanita masih dalam martabat yang belum sejajar berdampingan dengan pria. Anak-anak masih saja kekurangan akan gizi mereka. Ya itu sudut pandang dipedalaman dan keterasinganku. Wanita atau lebih tepatnya perempuan mengingatkanku pada sosok Ibu. Ibu itu laksana matahari yang memberikan segalanya dari bagian tubuhnya untuk alam semesta. Ia tak pernah berhenti walau meteor jatuh, ada UFO dan ada ledakan di sudut semesta. Dan disinilah aku membuat kisah tentang wanita, pergerakan dan mekanisme gerak matahari. Matahari sebagai bagian dari alam semesta di galaksi Bima sakti. Di sisi ini aku belum menempatkan secara pasti bahwa matahari adalah pusat semesta. Yang jelas matahari adalah benda luar angkasa yang tak bergerak namun melakukan pergerakan. Gerak di sini, aku definiskan sesuai dengan teori fisika bahwa benda dikatakan bergerak jika benda berpindah dari awal ia diam ke tempat yang berbeda dari awal ia berpindah. Matahari tetap saja diam jika dipasangkan dengan bumi. Diamnya membuat orang berprasangka beribu-ribu tahun bahwa ia bergerak mengelilingi bumi. Mata kita tertipu akan sulap semesta. Rasa kita kurang peka akan fakta alam yang disajikan. Setiap hari kita tertipu matahari itu bergerak dan beberapa bulan sekali matahari terbit dengan kedatangan yang berbeda atau orang menyebutnya siklus gerak semu tahunan matahari. Itulah hebatnya ketika matahari tak melakukan apapun namun dianggap bergerak. Aku menjadi takut di sisi ini, sisi manusia yang buta akan pergerakan kadang kita sebenarnya bukan bergerak namun diam ditempat. Anggapan orang kita sudah bergerak. Kita berleha-leha akan gerakan kita yang sebenarnya semu. Dan gerak semu adalah gerakan kita. Dimana gerakan semu itu adalah penipuan atau tepatnya pengelabuan. Namun kadang gerakan itu bukan pengelabuan terhadap musuh tapi karena memang kita tak bergerak dan kita bereuforia tentang anggapan orang yang dangkal akan pergerakan. Penilaian salah mereka yang selalu diucap akhirnya dibenarkan oleh logika. Gerakan matahari yang diam itu jika tak dipasangkan dengan benda semesta lainnya maka gerak matahari adalah gerak yang memukau. Ia tak bergerak namun melakukan pergerakan. Dan ia memang tak ulainnya bisa mengirimkan energi yang banyak untuk semesta salah satunya bumi. Energinya membuat hijau daun bisa menghidupi banyak nafas di bumi. Gelombang cahayanya dapat menembus milyaran kilometer. Dan dari cahaya yang sederhana dapat diuraikan menjadi warna yang begitu banyak. Dan warna itu bisa lenyap tertangkap gelap menjadi hitam sempurna. Apakah gerak matahari yang diam sesederhana itu. Pantasnya tidak, ia yang menjadi bintang hasil big bang menjadi penggerak utama di galaksi bima sakti. Semua gerak planet bersumbu padanya. Walau masih saya ragukan di sisi ini karena gelombang terkuat konon itu memang berpusat pada manusia yang menjadi penyeimbang semesta. Jadi tak mutlak memang matahari menjadi pusat namun sementara itu yang diyakini. Dan itulah pergerakan orang yang kelihatannya tak bergerak. Orang yang tak melakukan gerakan namun dapat menimbulkan pergerakan. Orang-orang yang tanpa sadar memberikan cahaya dalam otak-otak manusia yang aktif bergerak, orang yang menjadi pedoman walau sudah hilang dari pandangan. Itulah kadang mata kita sulit melihat betapa banyak orang yang tak terlihat namun tak melakukan gerakan namun menimbulkan pergerakan. Adakah jenis manusia tak bergerak namun menimbulkan pergerakan., oh angin semilir saja tahu bahwa angin bergerak karena matahari yang jauh dari angin. Mungkin tak selamanya tiada itu tiada dan ada itu ada. Dan keberadaan yang mendalam dan esensil serta paling tinggi bisa jadi adalah ketika ketiadaan diri kita menjadi ada dan keberadaan diri kita itu ditiadakan oleh anggapan namun dirasakan oleh anggapan itu sendiri. Matahari memiliki gaya tarik dengan benda angkasa lainnya yang membuat planet mengitari dirinya. Namun gaya tarik matahari dapat berdampingan selaras dengan gaya tarik lainnya seperti satelit planet dan gaya tarik planet sendiri. Semua benda tersebut memiliki gaya tariknya namun matahari walau memiliki gaya tarik yang besar dengan rendah hati menyelaraskan diri dengan gerak yang lain untuk mencipta keseimbangan. Aku ingat betapa hitler memiliki gaya tarik yang besar. Kekuatannya tidak bisa terabaikan oleh sejarah walau kekejamaanya terhadap ras yahudi. Ia menciptakan gaya tarik yang sangat besar. Gaya oratornya tidak tertandingi namun akhirnya lenyap tergilas kekuatan lain. Ia dengan kekuatannya tak memiliki penyeimbang untuk menciptakan kemenangan dalam kedamaian. Ia terlalu menarik dirinya dalam kekuasaan yang besar. Kekuatan dan gaya tarik yang abadi adalah seperti matahari seimbang dan mencipta kedamaian. Bayangkan saja jika matahari tak menciptakan kedamaian maka planet-planet saling berbenturan. Dan gaya tarik saling bermusuhan dengan mencipta ketidakseimbangan. Matahari tak berhenti bereaksi dalam dirinya untuk mencipta panas namun ia tak memberikan dampak negative bagi planet. Reaksi fusi dan fisi dalam diri matahari. Perpaduan yang indah dan dasyat dari reaksi bom hydrogen dan reaksi bom nuklir. Kekuatan dasyat memang hasil pengendalian diri atas reaksi yang diciptakan dalam dirinya. Ya, itulah matahari adanya. Dipuja dalam kekuatan dewa Ra dan dewa Apollo. Dipuja manusia dalam mitosnya. Seperti jawa berkata matahari menjadi bagian dari Hastabrata. Pergerakan yang ditimbulkan matahari dan kekuataanya menarik untuk dipahami lebih jauh. Terlukis dalam keheningan pagi yang meletihkan Talang, 8 November 2014
Lantas mengapa dari tahun 1928 masalah tak kunjung terselesaikan pada pokok masalah yang sama. Dulu wanita berjuang meningkatkan harkat dan martabatnya namun mengapa sekarang wanita berlomba-lomba menurunkan martabatnya untuk hal yang tak mulia sama sekali. Dulu anak-anak kurang gizi dan mengapa sekarang anak lebih suka makanan yang tak bergizi ketika banyak makanan yang bergizi. Bukankah hal yang muncul itu sama masalahnya dulu sampai sekarang wanita masih dalam martabat yang belum sejajar berdampingan dengan pria. Anak-anak masih saja kekurangan akan gizi mereka. Ya itu sudut pandang dipedalaman dan keterasinganku. Wanita atau lebih tepatnya perempuan mengingatkanku pada sosok Ibu. Ibu itu laksana matahari yang memberikan segalanya dari bagian tubuhnya untuk alam semesta. Ia tak pernah berhenti walau meteor jatuh, ada UFO dan ada ledakan di sudut semesta. Dan disinilah aku membuat kisah tentang wanita, pergerakan dan mekanisme gerak matahari. Matahari sebagai bagian dari alam semesta di galaksi Bima sakti. Di sisi ini aku belum menempatkan secara pasti bahwa matahari adalah pusat semesta. Yang jelas matahari adalah benda luar angkasa yang tak bergerak namun melakukan pergerakan. Gerak di sini, aku definiskan sesuai dengan teori fisika bahwa benda dikatakan bergerak jika benda berpindah dari awal ia diam ke tempat yang berbeda dari awal ia berpindah. Matahari tetap saja diam jika dipasangkan dengan bumi. Diamnya membuat orang berprasangka beribu-ribu tahun bahwa ia bergerak mengelilingi bumi. Mata kita tertipu akan sulap semesta. Rasa kita kurang peka akan fakta alam yang disajikan. Setiap hari kita tertipu matahari itu bergerak dan beberapa bulan sekali matahari terbit dengan kedatangan yang berbeda atau orang menyebutnya siklus gerak semu tahunan matahari. Itulah hebatnya ketika matahari tak melakukan apapun namun dianggap bergerak. Aku menjadi takut di sisi ini, sisi manusia yang buta akan pergerakan kadang kita sebenarnya bukan bergerak namun diam ditempat. Anggapan orang kita sudah bergerak. Kita berleha-leha akan gerakan kita yang sebenarnya semu. Dan gerak semu adalah gerakan kita. Dimana gerakan semu itu adalah penipuan atau tepatnya pengelabuan. Namun kadang gerakan itu bukan pengelabuan terhadap musuh tapi karena memang kita tak bergerak dan kita bereuforia tentang anggapan orang yang dangkal akan pergerakan. Penilaian salah mereka yang selalu diucap akhirnya dibenarkan oleh logika. Gerakan matahari yang diam itu jika tak dipasangkan dengan benda semesta lainnya maka gerak matahari adalah gerak yang memukau. Ia tak bergerak namun melakukan pergerakan. Dan ia memang tak ulainnya bisa mengirimkan energi yang banyak untuk semesta salah satunya bumi. Energinya membuat hijau daun bisa menghidupi banyak nafas di bumi. Gelombang cahayanya dapat menembus milyaran kilometer. Dan dari cahaya yang sederhana dapat diuraikan menjadi warna yang begitu banyak. Dan warna itu bisa lenyap tertangkap gelap menjadi hitam sempurna. Apakah gerak matahari yang diam sesederhana itu. Pantasnya tidak, ia yang menjadi bintang hasil big bang menjadi penggerak utama di galaksi bima sakti. Semua gerak planet bersumbu padanya. Walau masih saya ragukan di sisi ini karena gelombang terkuat konon itu memang berpusat pada manusia yang menjadi penyeimbang semesta. Jadi tak mutlak memang matahari menjadi pusat namun sementara itu yang diyakini. Dan itulah pergerakan orang yang kelihatannya tak bergerak. Orang yang tak melakukan gerakan namun dapat menimbulkan pergerakan. Orang-orang yang tanpa sadar memberikan cahaya dalam otak-otak manusia yang aktif bergerak, orang yang menjadi pedoman walau sudah hilang dari pandangan. Itulah kadang mata kita sulit melihat betapa banyak orang yang tak terlihat namun tak melakukan gerakan namun menimbulkan pergerakan. Adakah jenis manusia tak bergerak namun menimbulkan pergerakan., oh angin semilir saja tahu bahwa angin bergerak karena matahari yang jauh dari angin. Mungkin tak selamanya tiada itu tiada dan ada itu ada. Dan keberadaan yang mendalam dan esensil serta paling tinggi bisa jadi adalah ketika ketiadaan diri kita menjadi ada dan keberadaan diri kita itu ditiadakan oleh anggapan namun dirasakan oleh anggapan itu sendiri. Matahari memiliki gaya tarik dengan benda angkasa lainnya yang membuat planet mengitari dirinya. Namun gaya tarik matahari dapat berdampingan selaras dengan gaya tarik lainnya seperti satelit planet dan gaya tarik planet sendiri. Semua benda tersebut memiliki gaya tariknya namun matahari walau memiliki gaya tarik yang besar dengan rendah hati menyelaraskan diri dengan gerak yang lain untuk mencipta keseimbangan. Aku ingat betapa hitler memiliki gaya tarik yang besar. Kekuatannya tidak bisa terabaikan oleh sejarah walau kekejamaanya terhadap ras yahudi. Ia menciptakan gaya tarik yang sangat besar. Gaya oratornya tidak tertandingi namun akhirnya lenyap tergilas kekuatan lain. Ia dengan kekuatannya tak memiliki penyeimbang untuk menciptakan kemenangan dalam kedamaian. Ia terlalu menarik dirinya dalam kekuasaan yang besar. Kekuatan dan gaya tarik yang abadi adalah seperti matahari seimbang dan mencipta kedamaian. Bayangkan saja jika matahari tak menciptakan kedamaian maka planet-planet saling berbenturan. Dan gaya tarik saling bermusuhan dengan mencipta ketidakseimbangan. Matahari tak berhenti bereaksi dalam dirinya untuk mencipta panas namun ia tak memberikan dampak negative bagi planet. Reaksi fusi dan fisi dalam diri matahari. Perpaduan yang indah dan dasyat dari reaksi bom hydrogen dan reaksi bom nuklir. Kekuatan dasyat memang hasil pengendalian diri atas reaksi yang diciptakan dalam dirinya. Ya, itulah matahari adanya. Dipuja dalam kekuatan dewa Ra dan dewa Apollo. Dipuja manusia dalam mitosnya. Seperti jawa berkata matahari menjadi bagian dari Hastabrata. Pergerakan yang ditimbulkan matahari dan kekuataanya menarik untuk dipahami lebih jauh. Terlukis dalam keheningan pagi yang meletihkan Talang, 8 November 2014
Posting Komentar