Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal

Suri Tauladan Utsman Janatin(1)




Aku masih ingat pagi itu ketika rasa kantuk memenjarakan tubuhku dalam kemalasan. Aku melihat suasana rumah sangat sepi. Nampak jelas hanya aku pengangguran tak tau diri dan langsung menyantap makan pagi sempurna dengan mendoan buatan ibuku. Ponselku pagi itu sudah dikirimi satu sms. Bukan dari pacar apa lagi gebetan. Ah semua itu masih jauh dari angan-angan. Bahol pun dengan semangatnya di sms menanyakan jam berapa petualangan akan dilakukan. Aku seperti tersihir oleh semangatnya dan mencoba membangunkan pikiranku untuk mencoba bangkit dari suasana nyaman pedesaan.
Seperti biasa, aku hanya mencuci muka dan kemudian memakai batik serta celana mengendarai rasear, motor hitam teman setiaku di Purbalingga. Aku menuju perpustakaan daerah Purbalingga untuk menanti Bahol yang masih sibuk dirumah. Aku hanya bersua dengan anak PGSD Tegal yang sedang mengurus skripsi. Aku tak mengenal dia siapa hanya saja sama-sama dari Unnes dan mencoba akrab untuk menghilangkan kebosanan.
Barulah jam satu, aku dan bahol menuju rumah kakak Utsman Janatin. Letaknya tak jauh dari pusat kota dan mudah di akses. Terletak di Jatisaba kecamatan Purbalingga. Atau hanya kemudian ke timur alun-alun dan menuju Bancar. Di perjalanan kami menikmati suasana pedesaan yang asri dan kemudian menemukan plang bertuliskan Museum Usman Janatin.
Nama usman janatin tidak hanya ada dalam plang itu namun juga pad ataman kota Purbalingga dan kapal perang KRI Usman-Harun. Kapal yang di tentang oleh masyarakat Singapura. Mereka lupa akan sejarah bagaimana pemimpin mereka yang berjiwa besar berdamai dengan sejarah dan menapak hubungan lebih harmonis dengan Indonesia. Lee Kuaw Yew yang tanpa ragu menaburkan bunga di makam Usman dan Harun. Indonesia pun cukup lupa dengan perjuangan anak muda yang dengan bangganya mencintai tanah air.
Namun hari jumat di bulan April itu kami tak beruntung karena hanya anak dari kakak Usman yang kami temui. Sehingga petualangan di paksa harus dua hari.
Rumah Usman sederhana da nada TK disamping rumah itu. TK yang dibiayai yasanan Usman Janantin. Disekitar rumah itu pun akan di bangun museum.

Related Post



Posting Komentar