Aku masih ingat pagi itu ketika
rasa kantuk memenjarakan tubuhku dalam kemalasan. Aku melihat suasana rumah
sangat sepi. Nampak jelas hanya aku pengangguran tak tau diri dan langsung
menyantap makan pagi sempurna dengan mendoan buatan ibuku. Ponselku pagi itu
sudah dikirimi satu sms. Bukan dari pacar apa lagi gebetan. Ah semua itu masih
jauh dari angan-angan. Bahol pun dengan semangatnya di sms menanyakan jam
berapa petualangan akan dilakukan. Aku seperti tersihir oleh semangatnya dan
mencoba membangunkan pikiranku untuk mencoba bangkit dari suasana nyaman
pedesaan.
Seperti biasa, aku hanya mencuci
muka dan kemudian memakai batik serta celana mengendarai rasear, motor hitam
teman setiaku di Purbalingga. Aku menuju perpustakaan daerah Purbalingga untuk
menanti Bahol yang masih sibuk dirumah. Aku hanya bersua dengan anak PGSD Tegal
yang sedang mengurus skripsi. Aku tak mengenal dia siapa hanya saja sama-sama
dari Unnes dan mencoba akrab untuk menghilangkan kebosanan.
Barulah jam satu, aku dan bahol
menuju rumah kakak Utsman Janatin. Letaknya tak jauh dari pusat kota dan mudah
di akses. Terletak di Jatisaba kecamatan Purbalingga. Atau hanya kemudian ke
timur alun-alun dan menuju Bancar. Di perjalanan kami menikmati suasana
pedesaan yang asri dan kemudian menemukan plang bertuliskan Museum Usman
Janatin.
Nama usman janatin tidak hanya
ada dalam plang itu namun juga pad ataman kota Purbalingga dan kapal perang KRI
Usman-Harun. Kapal yang di tentang oleh masyarakat Singapura. Mereka lupa akan
sejarah bagaimana pemimpin mereka yang berjiwa besar berdamai dengan sejarah
dan menapak hubungan lebih harmonis dengan Indonesia. Lee Kuaw Yew yang tanpa
ragu menaburkan bunga di makam Usman dan Harun. Indonesia pun cukup lupa dengan
perjuangan anak muda yang dengan bangganya mencintai tanah air.
Namun hari jumat di bulan April
itu kami tak beruntung karena hanya anak dari kakak Usman yang kami temui.
Sehingga petualangan di paksa harus dua hari.
Rumah Usman sederhana da nada TK
disamping rumah itu. TK yang dibiayai yasanan Usman Janantin. Disekitar rumah
itu pun akan di bangun museum.

Posting Komentar