Mengembaralah sampai ke penjuru dunia
Walau keindahan dunia tak seindah nirwana
Tetaplah langkahkan kaki kecilmu wahai anak manusia
Langkah kakimu yang mencipta bunga sukma
Getar sukmamu akan menguasai gelombang semesta
Melesatlah semangatmu menembus galaksi bima
Tempuhlah setiap tawa sejauh triliunan tahun cahaya
Berorbitlah hanya untuk sebuah cinta Indonesia
Berotasilah pada rasa keluarga yang sederhana
Kau telah tumbuh sepanjang 12 musim berganti
Semoga kau tetap abadi bersenandung lagu pertiwi
Ditanah ini dan di air ini berjuta luka terpatri
Di tanah ini dan di air ini penjajahan makin menjadi
Bersenandunglah sembari melangkahkan kaki
Menyeka pertiwi dengan sejarah negeri
Genggam Hangat tanganmu tergambar dimemori
Walau kini tuts tuts takdir mencipta spasi
Aku yakin gelombang doa selalu mengiringi
Bahwa kita akan bertemu lagi
Dan menyapa yang menyejukan hulu hati
“ hai dik …. “
Bila tan berkata dari atom menuju semesta
Aku cukup berkata dari kau menuju dunia
Bila Muhammad berkata berhijrahlah
Aku cukup berkata berjelajahlah
Bila eistain berkata berimajinasilahMaka aku cukup berkata beridealismelah
Oh dik tataplah bintang malam ini dari jendela mataku
Maka kau akan bertemu penjelajahan cinta hatiku
Oh dik tataplah cahaya yang menyusup lewat jendela kamarmu
Maka kau akan bertemu penjelajahan intelektualmu
Oh dik tataplah manusia marjinal di sudut ruangmu
Maka kau akan temui penjelajahan kaki mungilmu
Ah sudahlah sajakku ini terlalu berlebih
Padahal cukuplah sajak ini untukmu
“ Kaulah yang menuangkan secangkir kopi hangat di pagiku sembari berkata tersenyumlah sampai menuju malam tidurmu hari demi hari dan jika terluka kita tetap bersama , jika bersuka cita kabarkanlah padaku karena itu bagian dari surgaku
27 Juni 2015
Posting Komentar