rintih bumi terdengar
lirih perih
air mata tak terseka
tiada menuli, membisu,
membuta
tak pula lumpuh indra
Namun hanya jiwa
tercekik purbawisesa
Tersisalah serpihan
dusta merasuk di lidah raja
Mengikat jemari dan
mengkerdilkan logika
Lalu hanya 2 kata
terucap lantang
Konservasi menggugat
!!!
Aku adalah
konservasi….
Derajat suciku
terhitung jumlah roda
Diwarnai warna plat
mobil belaka
Selebihnya aku hanya
pemisah NIM dan NIP
Aku terlacurkan
ditukar nama mulia
Nama pemanggil uang iblis
belaka
Aku ingin terjernihkan
bagai air hulu
Aku ingin menjadi
penerang bumi bagai kartika
Celakanya, gugatku hanya
bersama setetesan keringat pejuang cilik
Diantara derasnya air
liur penjilat
Mesin waktu hanya
menggali lubang nisan
Aku bersemayam bersama
bumi
Lalu sepekan kemudian
binasalah manusia
Marlina, Pendidikan
Sejarah 2010
Dari kasih yang mendalam untuk kampusku
Maret 2014
Posting Komentar