Hai kau yang duduk menatap layar persegi empat. Malam ini jatuh tanggal 22 Mei 2014, malam yang masih menundukan siang dan awan cerah. Hujan dengan manja menyentuh ranting-ranting. ia menyapaku dengan penuh misteri. Namun sedikit ingin aku ceritakan padamu bagaimana aku mengenal hujan.
Hujan yang menjadi kawanku malam ini menyentuh diamku yang menyimpan rahasia-rahasia luka dikaki akibat terjalnya kehidupan. Hujan malam ini membuatku bersuara dan memperkenalkannya pada kalian. Ia bukan sebuah badai yang menciptakan pelangi, ia bukan pula sisi gelap dari musim yang indah. Ia dengan rendah hati turun ke bumi menyapa manusia yang terlalu sibuk menjalani tuntutan dunia yang tak pernah berhenti. Ia menghentikan langkahmu dengan bijak sembari memberikan pesona ruang dingin penuh dengan tarian ritme alam semesta. Hatimu dipaksanya untuk merenungkan gelombang kehidupan, mengambil makna yang tertuang dan mencoba menyuruhmu untuk menikmati kehidupan seperti dirinya yang memberimu kenikmatan dari tirai-tirainya.
Alur hujan yang ada dari silkus yang tercipta memberikan makna itu pula siklus kehidupan manusia. Kadang, dunia yang penuh kesibukan menenggelamkan kita pada genangan dunia yang dangkal lalu menguapkan kita pada keduniawian yang akhirnya memimpikan dirimu di awan-awan suci namun keinginan yang kadang hanya keinginan dengan menuruti langkah sistem dunia membuatku menodai awan-awan suci itu. Walau begitu ingatlah awan suci tetap akan kembali suci hanya saja kau harus merendahkan hatimu dan turun menyapa tanah sebagai asal dari komponen tubuhmu. Ditanah itu kau akan diarahkan mengalir pada muara kehidupan. ya, hujan senantiasa bercerita seperti itu. Ia yang menjadi genangan air, embun, titik-titik awan dan air hujan malam ini tetaplah ia sang H2O.
Hujan berbicara akan keseimbangan hidup dalam siklus kehidupan. Bila alam tak seimbang maka bisa jadi dia tak datang atau bahkan datang dengan amarahnya menciptakan banji-banjir atau badai. Ia tak pernah lantang berbicara akan tindakan manusia. Hujan menjadi fenomena yang dapat ditangkap dengan panca indera yang memberikan pesan dari tuhan untuk kita. Untuk manusia yang mejaga tiap jengkal tanah, tiap tetas air dan tiap langkah tindakannya. Dalam sejarah, hujan menghasilkan berbagai romantisme manusia dan bahkan berbagai pesan tuhan seperti banjir yang merubah dunia. Hujan tak hanya membawa pesan-pesan kehidupan namun ia membawa sari pati kehidupan. tak hanya membuat tanaman berbunga segar, pohon-pohon berbuah, ia membuat kehidupan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. suara nyanyian hujan tak bisa terkalahkan oleh alunan melodi penyayi kelas dunia yang langsung menetramkan, tarian hujan tak bisa terkalahkan dengan gemulainya penari Jaipong. Halusnya pesan hujan tak bisa dikalahkan oleh pesan manusia kepada manusia yang lain.
Hai kau, menurutmu apa makna hujan? apapun boleh asal kau bisa memaknai hujan dengan menikmatinya. Salam Anak Semua Masa !
Posting Komentar