Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal

Petualangan dan cinta-


Saya melihat tren yang sebenarnya bagus adalah berpetualang. Petualangan kini menjadi gaya hidup yang dapat meningkatkan geliat pariwisata dalam negeri. Walaupun beberapa hal khususnya petualangan dialam bebas membuat dampak lingkungan yang buruk. Dengan petualangan kita bisa memahami negeri ini dari alam, budaya dan sisi humanis manusia Indonesia. Tetapi kemudian kecintaan Indonesia menjadi terekspresikan hanya ketika kita mengunjungi keindahan alam. Memang bagus daripada keluar negeri. Namun kecintaan alam saja sebagai ekspresi kecintaan negeri di kondisi saat ini belumlah tepat. Energy kita dan petulangan kita bisa dialihkan untuk berpetualang kesisi-sisi ketidakberdayaan manusia. Kemiskinan, orang terlantar,kebodohan, kekerasan dan ketimpangan sosial lainnya adalah hal yang perlu dijelajahi berusaha di cintai dan diobati. Ibarat kata cinta Indonesia itu cinta brondong. Jika hanya mencintai dari keindahannya saja ibarat menyukai brondong dari fisik semata. Namun jika jauh lebih dalam mencoba mencintai sisi kekurangan/ketidakberdayaan manusia membuat kita ibaratnya mencintai brondong dari sisi terdalam dirinya yaitu hati. Mencoba menjadi pelengkap jiwa dan pengobat segala kesakitan dunia. Mencintai memang susah dari mencintai brondong hingga mencintai negeri. Butuh modal yang besar untuk membuktikan sebuah cinta. Dari hal itu kecintaan terhadap negeri tidak hanya tanggung secara fisik namun secara logika dan mental serta perasaan. Hal itu yang membuatku tidak terlalu suka petualangan fisik lagi namun mencoba masuk dalam petualangan nalar, petualangan penempaan mental serta rasa.
Minimal saya memiliki hari ini untuk belajar sekeras-kerasnya, mencoba menempa mental dengan selalu menggugat nilai-nilai yang dianut sendiri, serta mengenal banyak manusia.
Cerdas saja tidak cukup untuk sebuah cinta. Butuh curahan kesungguhan tanpa batas dalam usaha untuk sebuah kata “cinta” .

Related Post



Posting Komentar