Bintang gemerlap misteri
membuatku tertegun di
sudut keheningan malam
di sebuah
pencarianku
tentang kehidupan. Keindahannya
membuatku terpana hingga
menggetarkan
semesta hatiku.
Aku tatap bintang dengan
segenap rasa yang mendalam namun kemudian aku
termenung. Senandung semesta pun dengan mesra
mengiringi renunganku. Dingin
malam penuh
halimun dan suara daun tersentuh angin
bersahutan menjadi sandaranku. Dengan suaraku yang
lirih namun tandas Aku tetap terus bertanya:
” apakah bintang itu bisa menyinari kehidupanku?”.
Bintang hanya membisu dan kerlap kerlip seperti terus
menertawakanku.
Dalam
keletihanku mencari jawaban
dan dalam setiap
ruang rinduku yang
penuh
pertanyaan, aku tak sengaja
melihat matamu dan menemukan sebuah hal istimewa. Aku melihat
seluruh bintang semesta
ada di bola
matamu. Cahaya bintang
dimatamu mengokohkan
keyakinanku
tentang pengetahuan baru.
Bahwa kaulah realitas
diantara fantasi ilmiah
tentang
semesta. Dan kaulah realita tak terumuskan dalam
matematika. Hanya kaulah reaksi menawan
terguyur cahaya bintang
di galaksi bima.
Biarlah dunia menganggap
gemerlap bintang itu
kebenaran sejati namun bagiku kaulah kebenaran itu. Kaulah
yang terdekat denganku dan kaulah
kenyataan tak terbantahkan.
Dari itu, Aku tak memilih bintang-bintang menawan namun aku
memilih bayang bintang di lensa
matamu. Karena dengan itu aku tak hanya mendapatkan seluruh
bintang di sudut semesta tapi
mendapatkan senyummu dan kehidupanmu. Mendapatkan bintang
kehidupanku
Sinar kehidupanku
Energi tanpa batas dari pagi hingga malamku
Dan kau akan tetap menjadi cahaya diatas cahaya makna
Pagi kehidupan, senyummu perlambang embun yang menyejukan
dan kehangatan yang
menentramkan. Bawalah senyummu hingga malam menemukan
bintang sebagai latar
kemisteriusan.
Renungan mendalamku tentang :
Pemahaman masa
lampau, sejarah, bukti sejarah dan tugas kehidupan.
Marlina, 14 Agustus 2015
Posting Komentar