Saya ingin menjadi perempuan yang cerdas daripada yang
cantik. Cerdas dan cantik sama sama berasal dari kontruksi budaya. Dimana yang
cerdas dipandang yang bersekolah tinggi dan banyak pengetahuan. Dan kalau yang
cantik biasanya yang langsing, putih, dan berambut panjang, serta konsep konsep
lainnya. Namun bagi saya pribadi, cantik akan mudah pudar dengan berjalannnya
waktu namun jika cerdas akan menjadi bekal untuk menjalani waktu. Dan cerdas
biasanya lebih dianggap objektif daripada cantik, sehingga jika benar-benar
cerdas tidak akan terbantahkan namun jika cantik mudah terbantahkan karena
lebih bersifat subjektif.
Budaya belajar bagi wanita ditanah air, bagiku mengenaskan.
Wanita lebih banyak belajar cara tampil menarik dan menjadi pribadi yang
menarik daripada belajar menjadi sosok yang tangguh dan teguh pada prinsip
dengan mengasah keakuan pribadi masing masing tanpa takut dibenci atau tidak
menarik. Belajar masa kini sangat mudah, internet dan jaringan bersosialisasi
sangat mudah, dimana wanita tidak dipasung didalam rumah saja namun sudah bisa
bersekolah dan menempati posisi strategis.
Cantik tidak dipungkiri penting namun cerdas lebih bisa
mengabadikan keunikan cantikmu yang diberikan Tuhan. Dan cantik tidak bisa
mengabadikan cerdasmu, kadang malah hanya bisa mengelabui saja.
Saya cantik namun saya berusaha selalu belajar J

Posting Komentar