Sejarah hanya bisa direbut oleh para pemberani dan berakal

Indonesia terlambat berevolusi dalam berpikir dan mengalami involusi dalam berperasaan



Menurut saya bangsa Indonesia sudah mengalami keterlambatan berevolusi dalam berpikir. itu terlihat dari indikasi manusia bangsa indonesia dalam menciptakan perkakas atau alat bantu dalam kehidupan sehari-hari dan karya karya intelektual lainnya. Jika dunia eropa dan amerika sudah sampai membuat teknologi yang canggih dari teknologi komunikasi, transportasi sampai bidang kesehatan. bangsa indonesia masih belum menciptakan alat bantu dikehidupan sehari-hari. bangsa indonesia hanya konsumen besar hasil revolusi otak homo sapies sapies eropa dan Amerika. tidak hanya soal teknologi namun karya intelektual pun bangsa indonesia hanya menjadi konsumen saja. Dulu ada pemikir Tan Malaka dan Karya Pramudya Ananta Toer yang sangat berkualitas namuan sekarang tidak dijumpai lagi. Bangsa ini lumpuh hanya menjadi konsumen ilmu-ilmu barat tanpa melakukan inovasi maupun evolusi. jadi tidak heran jika keteringgalan bangsa kita semakin menjadi-jadi.  Untuk mengurusi urusan perut dan dibawah perut, orang Indonesia masih sama seperti jaman perundagian masa praaksara. Jadi jangan berpikir adanya evolusi soal perasaan itu ada, yang hadir hanya involusi perasaan saja.

Dalam aspek perasaan, bangsa indonesia sebenarnya dulu masih setara dengan bangsa bangsa besar didunia. rasa toleransi, perdamaian dan persaudaraan yang erat. walau peperangan saudara dalam bidang politik seperti kerajaan dulu memang terjadi. namun kini bagi saya pribadi, bangsa indonesia mengalami kemunduran. jika politik masih sama seperti dahulu soal bunuh membunuh. kini sifat toleransi makin mati, tidak hanya toleransi agama, namun toleransi kaya pada yang miskin, miskin pada yang kaya dan pintar pada yang bodoh, bodoh pada yang pintar serta toleransi dalam sendi kehidupan yang lain. penghargaan pada alam yang dulu dijunjung tinggi dengan ritual keagamaan yang mencerminkan kehidupan alam pun kini hanya sebagai simbol ritual saja, tidak ada penghargaan pada laut, pada gunung dan pohon. padahal dulu bangsa kita memuja semua itu namun kini hanya bisa merusak karena ketidakmampuan membagi kepentingan kemajuan ekonomi, sosial dan lainnya dengan kemajuan melindungi alam.
Saya pikir bangsa Indonesia secara komunal sudah tergilas jaman dan saya kuatir kalau tetep seperti ini hanya tinggal menunggu beberapa dekade kita musnah. mati karena tak bisa mandiri.

semoga esok aku bisa menuliskannya secara lebih detail. dan sebagai pemuda kita harus mewairis anak cucu kita dengan revolusi untuk evolusi berpikir dan berperasaan . 

Related Post



Posting Komentar