”Berikan anak anak yang berada di daerah terpencil
seorang professor-profesor terbaik negeri ini. Bangsa ini sudah terlalu berdosa
pada mereka yang diabaikan sejak Indonesia merdeka. Jangan kau ninabobokan
mereka dengan datangnya guru-guru yang
dianggap belum professional itu, program muliamu itu bagiku menyedihkan di sisi
ini. Apakah kau masih menganggap anak anak pelosok itu sebuah kelinci percobaan
atau bahan mainan belajar untuk melatih idealism guru-guru yang baru lulus
kuliah. Yang bahkan hanya 3 bulan saja mereka kenal dunia mengajar dan selama 3
tahun mereka berkutat dengan teori. Kau tak terima saya menganggap anak anak
itu sebagai kelinci percobaan? Mana lagi yang kau dustakan? Kenapa setelah
mengajar siswa yang betul betul siswa lalu PPG lagi ? ataukah saat PPG itu
bersama siswa beneran ? Tidak bukan?
Bawalah 1000 professor itu ke daerah terpencil dan
baru pulangkan mereka jika berhasil menerapkan ilmu mereka ( sebagai tanda
bukti kepantasan mereka menyandang gelar pendidikan ) atau profesormu terlalu
banyak dalil teori dan tak menerima tantanganku ?saya kira Profesormu lebih
paham tentang paham-paham pendidikan, dunia pendidikan, filsafat pendidikan
bahkan dapat memfungsikan pendidikan dengan baik daripada pemuda yang masih
bayi cari sesuap nasi saja masih bingung caranya, pemuda yang baru bisa
mengekspoitasi harta orang tua, harta rakyat, dan sebagaian pemuda yang
mendewakan nasionalisme serta idealism.
Jangan dikira seluruh pemuda tergiur dengan kata “
pengabdian” , “ sertifikasi”, “ PPG Gratis” , “ perjuangan” bahkan penyakit
bernama “ nasionalisme” . jangan nodai sebagaian dari kata kata mulia itu
dengan kepalsuan dirimu.
Sayapun alumni siswa didaerah pelosok walau masih
dipulau jawa. 3 tahun saya ditempa melewati 3 sungai, kebun, sawah hanya untuk
bersekolah disekolah yang lebih murah, biar bisa hemat duit tabungan dan bisa
nerusin ke SMA, S1, S2 … aku lebih sudi menderita demi menggapai cita cita
daripada nyaman dapat duit beasiswa… bajingan, dikira aku doyan sembarang
gratisan dengan modal label miskinku atau label otak dongoku, mending kau
hutangi aku uang 9000 euro dan nanti aku jamin kembalikan dengan bunga. ada
harapan, saya sebagai alumni siswa pelosok, siswa pelosok yang notabene sebagai
anak bangsa yang tidak dipelihara Negara secara pendidikan dan akses informasi
serta ekonomi bahkan yang lainnya bisa diberikan satu hal yang sangat berharga
untuk mereka, yaitu para guru terbaik bangsa ini. Mereka boleh masih tertinggal
dalam beberapa hal namun jangan biarkan mereka terus tertinggal dalam dunia
pendidikan. Adil tak harus sama, dan biarkan kali ini mereka mendapatkan porsi
perhatian lebih.
Berikan 10 profesor terbaik di 10 titik daerah
terpencil tanah air, maka siswa pelosok itu bisa menjadi mutiara dunia. Dan
berikan 1000 guru ababil di 1000 titik daerah terpencil ditanah air, maka makin
hancurlah dunia. 1 prof yohanes surya bisa membuktikan itu dan kilau siswa
pelosok terpancar kepenjuru dunia. Jadi bukankah butuh professor, kalau butuh
calon guru bukankah yang berkilau Cuma
programmu. Pak pak… aku itu ya miskin, koboi kampus, biasa diomong asal
njeplak, tolol bahkan tidak elegan sama professor professor…tapi jangan terlalu
bacotan imut masalah itu denganku.
Aku ingatkan padamu satu rumus yang diajarkan di
sekolah menengah pertama. Bukan hanya kecepatan yang dibutuhkan untuk mengejar
ketertinggalan namun percepatan . HUKUM ALAM MENGAJARKAN ITU PADAKU!!! “ ucapku
senja ini saat sowan pada guru besarku yang paling sabar memiliki murid paling
nakal.
Dan dia dengan tenang tersenyum sembari berkata “
dari kemarin euro terus intine.. memahami the theory of moral sentiments wae
ngap ngap kaya pas kelangan wong lanang sing sipit kok ya PD bisa ngrampok aku.
Ayo pantaskan diri tiap langkah pelangimu “
“ wah bacotan imutku ga mempan hahahhahah “
“ imutnya kaya celeng yak… celengan celeng… dan raja
celengan kaya aku belum sudi memecahkan celengan buat celeng kaya kamu hhahahah
“
Dan kami berdua menikmati senja dengan secangkir
coklat hangat
Syahdu dik , jangan nodai kepahitan coklat dengan
manis yang tak seberapa ^_^
Posting Komentar